Tentang Nama-Nama

Mungkin karena besar di pelosok ranah Minangkabau, maka Mr dan Mrs. Z kurang update bahwa nama-nama berikut -yang kemudian akhirnya melekat seumur hidup pada diri seseorang- adalah PASARAN adanya T.T *huks*

Mari kita lihat dengan seksama:

2. Doni Hidayat

3. Aulia Rahman

4. Muhammad Hidayat

5. Arif Rahman

6. Husni Fithri

Untung tidak sampai pada hitungan ketujuh. Bisa-bisa ada Fithri lainnya. Dan menjadikannya sebagai nama paling populer abad ini #yEaaah (ah, saya seharusnya bangga atau gundah???)

Dan adalah kakak tertua saya yang  namanya sedikit lebih kece. Ingat. Sedikit saja.

  1. Yosi Suzitra

Terutama nama belakangnya. Saya rasa nama belakang kakak saya sangat melambai-lambai (?).Berkat iri berat pada nama belakang beliau, maka seumur hidup -setiap membaca list absensi, daftar peserta lomba, pengumuman snmptn, atau sekedar membaca buntelan koran bekas bungkus kacang rebus – saya telah mendedikasikan diri saya untuk mencari SUZITRA lainnya.

Tapi takdir memang takdir. Usaha saya selama lebih dari dua puluh tahun itu, sia-sia adanya… Air susu dibalas air tuba.*oposih*

Tapi saya sungguh hebat (mulai -.-….). Instead of nyari Suzitra lainnya, saya sudah musyawarah mufakat dengan jiwa, raga dan pikiran saya, bahwa akan membuat nama itu menjadi pasaran di muka bumi. Bisa lewat nama pena untuk buku2 saya kelak (Husni Suzitra. red)kekekeke… atau nama anak sampai cicit saya, akan saya wasiatkan memakai nama Suzitra. Muahahaha..XD Brillian sekali bukan ide saya! Itu kalau partner hidup saya setuju. Kalau ide saya dianggap agak kurang pada tempatnya mungkin saya harus mencari ide jenius lainnya.

Padahal asal mbak saya tahu, cerita historis dan sisi filosofis namanya sungguh teramat memprihatinkan dibanding nama saya. Kekekeke *DiatasAngin*

Jadi, pada suatu malam yang sedikit remang dan sedikit buram akibat lampu kamar yang dimatikan, saya bertanya pada Mr&Mrs.Z tentang asal muasal nama keramat yang belum ada duanya. Suzitra, darimana asalnya???

“Jadi kenapa dulu bisa dinamain Yosi Suzitra, Pa?”

“Oh… Kalau Yosi nya itu dari kata Yaa Siiiiiiin, itu… jadinya Yosi” (wkwkwwkwk, ini parah banget mlesetinnya XD)

“Terus, Suzitra-nya darimana???”

”Ya itu.. mama karang2 aja.. asal2 mantun sen… (bhs padang, artinya: Ya itu mama ngarang2 aja, asal-asal gitu aja.)” (Muahaha. Tiba-tiba merasa iba pada kakak saya)

“Yo indak asal sen doh, itu Apa dapek di Malaysia dulu. Dulu di Malaysia ado kampuang namonyo Citra, Citra. Tu kan rancak tadanga.. jadi Apa cari apo yo tambahnnyo.. Su+citra, jadilah Suzitra”, ujar Bapak saya meralat. (Artinya: Ya nggak ngasal aja, itu Papa dapat di Malaysia dulu. Dulu di Malaysia ada kampung namanya Citra. Itu kan bagus kedengarannya.. jadi Papa cari apa ya tambahannya… Su+citra, jadilah Suzitra) —> ralatan yang tidak lebih baik dari yang diralat *sigh*

Jadi sampai disitu saja saya mulai mengagumi kemampuan keduaorangtua saya dalam mengembangkan sebuah kata (baca: memplesetkan).*tepukTangan*

“Terus kok bisa nama Doni? Hidayat? Terus diulang lagi, Muhammad-Hidayat?” tanya saya lagi. Semakin ingin tahu plesetan apa lagi yang berhasil diramu keduanya.

“Oh.. yo kalau itu dek ama alun pueh manamoan  Hidayat. Jadi tambah ciek lai lah.. hidayat. Tu Nte Ja ikuik nyo manamoan anaknyo, Taufik Hidayat.”(artinya: Oh ya, kalau itu karena Mama belum puas ngasi nama Hidayat. Jadi tambah lah satu lagi.. hidayat. Itu Tante Ja juga ikut2an ngasi nama anaknya Taufik Hidayat)

LOL. Ada ya, ngasi nama anaknya berdasarkan rasa puas… T.T *speechless*

“Tapi yo ama badoa.. mugo2 anak2 ama dapek hidayah…”(Artinya: Tapi ya Mama berdoa, moga2 anak2 mama dapet hidayah…)

Akhirnya, ada sedikit angin segar pada proses nama menamai ini…

“Terus kalau Aulia? Rahman? Terus lagi, Arif-Rahman?” tanya saya lagi.

“Iyo itu supayo nyo jadi aulia… pemimpin. Banyak kan tu di Al-Qur’an tasabuik.. Auliaa… Tu kalau Rahman yo supayo nyo pengasih” jawab Mama. (Artinya: Iya itu supaya dia jadi aulia, pemimpin. Banyak kan itu di Al-Qur’an tersebut.. Auliaaa. Terus kalau yang Rahman ya supaya dia pengasih)

“Terus kok mas Arif pake Rahman juga?” tanya saya lagi.

“Yo karena ama alun pueh lai.” (Artinya: Ya karena mama belum puas lagi)

-_______________-“

Jadi sampai anak kelima, puas dan tidak puas masih jadi paramater memberi nama anak. Ini bagaimana perasaan yang punya nama ya. Hahah ;D

“Terus kalau Husni Fithri?” *sambilNyengir*

“Oh.. kalau itu… blabala&#*&^%%#*($**&^%%@&89”

Me: *berbungaBunga* (intinya bukan karena mirip nama sebuah kampung, bukan plesetan, dan bukan karena pemenuhan rasa puas XP) hahaha ^^

Meski secara bahasa Arab itu agak kurang pas ya, tapi mungkin agar secara Indonesia lebih enak terdengar maka dibuat berakhiran i dan i.

Jadi, apa sudah tahu sejarah namamu?🙂

5 thoughts on “Tentang Nama-Nama

  1. Lucu tenan nek iki. Ahaha. Plesetan dan belum puas. Motivasi memberi nama yang sangat out of the box. Kok bisa-bisa nya lho belum puas.

    Nek aku sih gampang, gara2 lahir pas deket-deket Idul Adha, jadinya Ismail. Nek “Sunni”-nya, rung takon.

    • aku ya gak paham bagian mana yang bikin puas dan gak puas -____-” malah idenya diikuti sama tanteku. wew.

      Untungnya nama blakangnya sunni, Sun. Bukan Syiah.. Jadi dari kecil udah didoain gak jadi sesat Sun😀

      • random bengi2 moco meneh, isih ngakak. Njur kuwi nama kampung? Facepalm.

        Ahaha. Semoga doa nya terkabul. Ra dijelaske namamu juga hus? Tak kira husni ki nama laki-laki lho.

        Btw, ijin menyadur artikel buat bahan obrolan. “Oh iya, saudaranya temen saya punya kisah menarik di namanya lho… jadi….”, kalau boleh tentunya. Citation needed bisa diatasi lah🙂

  2. Ngko ndak sirahku gede nek nyeritakne jeneng dewe, hehe. Sesuk ah, nek edisi kangen omah lagi gawe postingan kui🙂

    memang sering disangka lelaki, baru-baru ini, nama saya di masukkan dalam list peserta i’tikaf ikhwan #huks (T.T)

    tapi saya suka sama nama saya😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s