Muhammad Al Musthafa

Tsauban seorang pembantu nabi,

suatu hari nampak sangat bersedih

dan wajahnya murung sekali.

Kemudian Rasulullah bertanya, kenapa Tsauban?

Lalu Tsauban berkata dengan nada penuh iba.

 

“Jika engkau wafat nanti, duhai nabi. Engkau akan diangkat ke surga oleh Yang Maha Tinggi. Kemudian engkau akan dikumpulkan dengan setiap para nabi. Sementara aku hanya pembantu sederhanamu. Mungkinkah kita bertemu lagi?”

Tsauban sudah merindukan nabi,

bahkan saat dia belum berpisah lagi.

Tsauban takut tak akan berjumpa lagi,

meski saat itu masih bersama beliau!

Lalu Rasulullah mendoakan Tsauban

memasuki surga dan berkumpul kelak

bersama Rasulullah.

Duhai Rasulullah, kami juga ingin bersamamu, mungkinkah?

-dikutip dari buku Ust. Herry Nurdi

Image

Dan tak lama dari jeda saya membaca buku diatas, tilawah saya sampai pada surat At-taubah ayat 128:

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun, dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman. “

 

Bahkan sebelum bertemu, Rasul sudah begitu amat sayang pada kita.

Sementara kita yang sangat beliau inginkan selamat, justru terus berlama-lama memilih untuk tersesat.

Ah Rasul, bahkan untuk merindumu pun kami sering lupa.

Masih mungkinkah kita bersua?

Maafkan kami Ya Rasul.

Maafkan…

 

 

2 thoughts on “Muhammad Al Musthafa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s