Everlasting Love :)

Dimana hati nuraniku selama ini? Mengapa begitu lama aku mencampakkanmu, tak melihat terangmu. Tak memperlakukanmu, selayaknya.

Kemana saja pandang mataku selama ini? Mengapa tak pernah kutatap kau lama-lama, dengan pandangan rindu yang terus menerus. Dengan pandangan takzim. Dengan pandangan yang seharusnya.

Apa saja kerja telingaku ini? Mengapa tak terbersit gemuruh orang beriman dalam hatiku. Ketika kau dibacakan, ketika kau seringkali diulang disurau-surau. Mengapa tak kudengarkan kau dengan seksama. Sebagaimana mestinya.

Astaghfirullah… masikah aku berani mengaku mencintai-Mu? Beriman pada-Mu? Mengaku sebagai hamba-Mu? Sementara ketika kau ingin berbicara padaku.. aku memalingkan wajahku? Bukankah Al-Qur’an adalah perkataan-Mu.. lalu mengapa begitu mudahnya bagiku mengabaikan-Mu ya Rabb. Masih beraninya aku mengharap surga.. disaat penunjuk jalan yang kau berikan padaku, kututup saja. Tak kupahami benar-benar apa maksud-Mu, tak kuresapi benar pelajaran-pelajaran yang ingin Engkau sampaikan padaku. Tak kuikuti arah yang Engkau tunjukkan padaku. Ya Rabb.. maafkan hamba..

Masih pantaskah aku mengaku menjadi ummatmu ya Habiballah, kecintaan Allah, ya Muhammad… Tidak malukah dirimu padanya? Di tengah sikap tak acuhmu, tanpa rasa malu terus kau ulang-ulang sholawat itu dalam sholatmu. Sholat yang bahkan tak khusyuk. Terus saja sholawat itu kau ucapkan di tengah dzikirmu yang selalu tergesa, mengemis meminta syafaatnya kelak.. Sementara itu, sesuatu yang sangat dicintainya tak kau hargai. Panduan hidupnya, tak kau hormati sebagaimana mestinya. Bagaimana mungkin kau mengaku menjadi ummatnya, jika kau telah menyakiti perasaannya sedemikian dalam. Wahai Nabi… panutanku, suritauladanku, maafkan segala kesombongan dan kekufuran ini. Maafkan hamba yang belum mampu bersyukur dengan sesungguh-sungguhnya syukur, dengan sesungguh-sungguhnya ungkapan terimakasih, atas nikmat kitab yang engkau tinggalkan. Maafkan hamba..

Maka kini… Ketika benih-benih kecintaan pada kalam-Mu sedang kusemai, ketika hidayah itu telah kau hadirkan didepan pintu hati ini, doaku yang teramat sangat agar Engkau tidak henti-hentinya mengingatkanku padanya. Agar Engkau terus menyirami hati ini agar benih yang tumbuh berubah menjadi tunas, bertumbuh dan terus tumbuh.. hingga akarnya menancap kuat di dalam hati. Hingga batangnya tinggi menjulang menjadi pohon yang kokoh. Hingga rimbun dedaunannya menaungi setiap penat dan panasnya setiap jengkal perjalanan pulang ini.

Ya Allah… kuatkan hati ini untuk terus bersama Al-Qur’an. Ajari hati ini untuk selamanya mencintai. Jagalah rasa rindu ini, agar terus membuncah di setiap detik hidup ini, di setiap nikmat nafas yang masih dapat terhela. Ya Allah.. jadikan selalu Al-Qur’an musim semi di hati ini. Amiin.

 

 

6 thoughts on “Everlasting Love :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s