A thing called marriage

“Kamu, mau menjemput apa dijemput?” tanya seorang teman. Dan teman-teman lain dalam waktu yang berbeda.

Bukan menjemput dan dijemput dalam artian nyata, tapi menjemput dalam konteks lainnya (baca: melamar). Well… ditanya begitu saya tertawa. Ada-ada saja. Apa wajah saya ini ada tendensi untuk melakukan sesuatu yang disebut “menjemput”? Haha….

“Nggaklah, aku nggak ada tendensi sama siapa-siapa. Benar-benar tidak kepikiran apa-apa. Urusan begitu saya serahkan orangtua dan orang-orang yang berkepentingan saja” jawab saya.

Sebenarnya malas kali lah membahas yang seperti ini di blog. Tapi apa daya, semenjak dari tahun berapa, saya ini jadi semacam tempat konsultasi orang memilih bini/ laki nya. Padahal oh padahal, apa yang saya tahu soal beginian eh?

Baiklah, mari kita ambil quote yang menarik dan sesuai dengan postingan ini😀

“Cinta adalah rasionalitas sempurna” (Tere Liye- Sepotong Hati yang Baru).

Itu kata Tere Liye dalam salah satu novelnya yang baru beredar dan SUDAH SAYA BACA DAN SAYA BELI (barangkali bang Tere baca jadi tahu kan kalau saya salah satu penggemar karya-karyanya, haha).

Saya setuju sih sama quote itu. Semuanya sebenarnya bisa sangat logis. Mengapa kamu akhirnya menikah dengan seseorang? Mengapa kamu jatuh hati pada pandangan pertama pada seseorang? Mengapa   akhirnya kamu memilih seseorang? Semuanya dapat dilogika kecuali satu hal. Takdir Allah, itu yang mungkin tidak bisa dilogika atau kita prediksikan akhirnya.

Dulu sekali, saya pernah diberi tahu oleh seorang kakak tingkat, bahwa jodoh itu menyangkut akidah. Yakin bahwa Allah sudah menuliskan nama seseorang yang ditempel dekat dengan namamu dalam papan perjodohan di atas langit sana. Yakin bahwa entah darimana datangnya dan bagaimana caranya, ia akan datang dan didekatkan denganmu begitu saja.

Lalu apa ikhtiar kita? Nah kalau yang satu ini perlu postingan tersendiri ya. Kita skip saja ya. Hehe.

Jadi itulah sebabnya mengapa saya tidak terlalu ambil pusing masalah ini. Akan ada satu jalan yang terbuka, dan disitu kita bisa berusaha untuk menjemput atau malah dijemput.

Yang pasti, menikah itu bukan sekedar perkara: bisa nyambung, punya selera joke yang sama, bisa saling melengkapi, bisa saling memahami perasaan satu dengan yang lain tanpa berkata-kata…. zzz.. dan yang indah-indah dalam pandangan pertama (opo sih maksudmu hus???)haha.

Menikah itu soal membangun peradaban, soal akhirat, soal mencipta generasi yang bermutu, soal kesamaan prinsip dan fikroh. Menikah itu tentang partner akhirat kita nantinya.. Bukankah kita akan dipertemukan dengan pasangan-pasangan yang paling kita sayangi juga nanti di akhirat?

Yap, dari keluarga kecil itu kita bisa memulainya, memperbaiki generasi selanjutnya. Oleh karena itu, menikahlah dengan orang yang kamu rasa bisa menjadi pendamping, yang lebih  dari sekedar sama-sama nyambung, punya selera joke yang sama, sama-sama mengerti bahasa kalbu satu sama lain…. atau karena kamu terkesima pada pandangan pertama. Meski katanya pandangan pertama itu rejeki. (apa hubungannya?)…-.-

Begitulah, karena menikah itu ibadah, jadi beribadahlah dengan baik. Diawali dengan awal yang baik, proses yang baik, dan akhir yang baik pula…🙂

5 thoughts on “A thing called marriage

    • Haha.. Sama, ak jg dulu mengalami hal serupa. Baru yakin bneran pas ikut platihan kpnulisan dan bliau yg isi. Ternyata lelaki+ karakterny kuat bgt, tegas. Jgn bilang kamu baruu tahu nama tere liye pas baca ini sun! @,@*ratrimo..

      Klo 2 org itu sama2 taat sama Allah, otomatis akan jd partner yg baik satu sama lain sun, krn tau tgs+kwajiban masing2..😀 *mulai nglanturr

      • podo wae jebule…. ora lah, kan fesbuk karo twitter ki do kerep sharing quote seko tere liye ngono, dadi yo wis ngerti…

        ahaha, iyo2 good for good lah, not so good for not so good…. ngapiki diri sendiri sik artine…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s