Saga no Gabai Bachan

“Saat ini dunia sedang mengalami masa ekonomi yang buruk, demikian kata semua orang, tapi tidak ada yang mesti dibesar-besarkan.

Kita hanya kembali ke masa lalu, begitu menurutku.

Yang berubah hanya manusianya.

Karena tidak punya uang.

Karena tidak dapat makan di hotel.

Karena tidak dapat berpelesir di luar negeri.

Karena tidak dapat membeli barang-barang bermerk…

Bila kita berpikir tanpa semua itu kita jadi tidak bahagia, sudah jadi apa sebenarnya kita?

Meski ini mungkin tidak enak didengar oleh orang yang baru saja dipecat, tapi rasa berat kehilangan pekerjaan pastinya muncul karena pikiran-pikiran tadi.

Padahal karena pekerjaan, mereka bangun tiap jam 8 pagi, naik kereta penuh berdempet pada jam sibuk kantor, bekerja lembur, duduk menemani minum sake yang sebenarnya tidak ingin ditenggak, lalu naik kereta terakhir untuk pulang…. Kalau saja mereka mau melihat situasi –tak lagi punya pekerjaan- sebagai kesempatan baru untuk melepaskan diri dari kehidupan seperti tadi, mereka pasti mampu menghadapinya.

Tak ada uang maka tak bahagia.

Menurutku semua orang kini kelewat dengan perasaan seperti itu.

Kemudian karena orang dewasa berpikir demikian, maka anak-anak pun tak ayal ikut dibesarkan dalam keadaan ini.”

Paragraf di atas adalah cuplikan dari prolog sebuah buku terjemahan Jepang-Ind, yang sejak saya membaca prolognya, saya yakin saya akan jatuh cinta sama buku ini! Yaaaay! Kereeeen sekali memang T.T.

This book is highly recomended!!!! Buku luarrr biasa ini  berjudul: “Saga no Gabai Bachan” atau yang dalam bahasa Indonesia  diartikan “Nenek Hebat dari Saga” karangan Yoshici Shimada. Kisah nyata. Dan sebenarnya sudah diterbitkan sejak lama (2001), yang 2 tahun setelah penerbitan, buku itu langsung habis terjual, dan dicetak kembali, cetak lagi, dan dicetak lagi.

Mari kita menyapa Indonesia. Hari-hari ini adalah saat semua orang lebih banyak bicara tentang masalah, mengeluh, dan mempertanyakan ketidakadilan tentang nasib hidupnya. Membaca buku ini, seperti menertawakan para tukang pengeluh dan penggerutu. Nenek Osano (tokoh utama dalam buku ini), mengajarkan kita tentang banyak kearifan hidup ditengah kondisi paling tidak mengenakkan sekalipun. Tidak ada alasan untuk tidak bersyukur. Tidak ada alasan untuk mengeluhkan sesuatu. Saya sendiri tertawa saat membaca judul di Bab 4 pada buku ini:

Cara Tepat Hidup Miskin.

(+.+ Whaat a tingling heading!)

Mari kita intip beberapa kalimat yang dikatakan Nenek Osano saat menasihati Akihiro (cucunya/ penulis buku ini):

“Ada dua jalan buat orang miskin. Miskin muram, dan miskin ceria.

Kita ini miskin yang ceria.

Selain itu karena bukan baru-baru ini saja menjadi miskin, kita tidak perlu cemas.

Tetaplah percaya diri.

Keluarga kita memang turun temurun miskin.”

(Hanya dengan berkata “kita turun temurun miskin” sambil membusungkan dada, Nenek sudah menunjukkan bahwa dia mengusung cara hidup misikin garis keras-Akihiro).

Saat membaca bagian cara hidup miskin garis keras, saya hanya teringat dengan perkataan serupa, seperti -Kelompok Islam garis keras. Ternyata, hidup miskin pun ada levelnya @.@

Yeaaah, itu adalah sekelumit kata-kata ironi yang sebenarnya menyimpan banyaaaak sekali makna. Dan masih banyak lagi pelajaran -sangat amat berharga- yang bisa kita ambil dari kisah nenek Osano ini.

Semoga kita bisa mencontoh Nenek Osano ya dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup. Karena kebahagiaan, datangnya bukan dari uang.

Judul : Saga No Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga)
Penulis : Yosichi Shimada
Koord. Penerjemah : Mikihiro Moriyama
Penerjemah : Indah S. Pratidina
Penerbit : Kansha Books
Cetakan (di Indonesia) : I, April 2011
Tebal : 245 hlm

weiiiits, ada filmnya juga loh ;D (bahkan game, manga juga ada :D)

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan. “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah  (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari nikmat-Ku, maka pasti adzab-Ku sangat berat.”(Ibrahim:7).

One thought on “Saga no Gabai Bachan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s