Random

“Random” itu berarti kamu sedang tidak tendensius sama sesuatu.

“Random” itu mengajarimu untuk tidak berharap lebih, sebelum benar-benar uji coba.

“Random” itu menjagamu, dari rasa kecewa ditengah jalan, karena ekspektasi yang ternyata berlebihan.

“Random” itu menggelitik, karena membuatmu penasaran dengan proses dan hasil akhir penelitan.

“Random” itu membuktikan bahwa kamu menyiapkan ruang untuk sesuatu bernama “eror” dan tentu saja sesuatu lainnya yang disebut “valid”.

“Random” itu bukan berarti ngawur. Udah pernah dengerkan, yang namanya simple random sampling dan multistage random sampling?

“Random” itu cantik sekali, karena Allah yang buat pola-polanya.

“Random” itu…. adalah salah satu cara.

3 thoughts on “Random

      • iyo… jare sih ngono… aku ngerti seko serial Numb3rs, dan wingi bar moco game theory nggo adu penalti, memang susah untuk seorang manusia berusaha ngrandom…
        i.e. di serial itu : sekelompok orang disuruh berdiri secara random, pas dicek, ternyata jarak masing2 orang sama…
        durung nemu pembuktian e sih, tapi nek mengingat2 pengalamanku, ngono sih…tak pikir, di psikolog sinau tentang iki juga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s