Turkey on Fire (1)

Saya baru tahu kalau di Turki sedang ada gempa besar saat semalam teman saya sms dan menanyakan kabar. Dan setelah searching ternyata benar2 suram. Gempanya benar2 parah, korbannya tidak sedikit.  Kata Kompas hampir 1000 orang tewas. Silahkan cek webnya langsung.

Suram sekali karena Provinsi Van di bagian Timur Turki ini (yang terkena gempa) banyak dihuni oleh Suku Kurdi, yang sekarang sedang gencar2nya mengadakan perlawanan dengan pemerintah Turki. Dan tanggal 20 Oktober 2011 kemarin antara kedua pihak (pemerintah dan suku Kurdi) terjadi pertempuran cukup parah, sehingga menewaskan 26 tentara Turki. Sebenarnya kalau mau diekspos dari Suku Kurdi mungkin bisa jadi lebih banyak, jika dihitung dari awal perlawanan mereka.

Sedikit cerita tentang suku Kurdi, suku ini terkenal dengan bangsa tanpa negara, begitu seingat saya ungkapan untuk mereka dari sebuah majalah ISlam. Mereka tersebar di Suriah, Irak, Iran, dan tentunya di Turki.  Di berbagai negara ini mereka mendirikan partai-partai tertentu dengan tujuan untuk meminta kemerdekaan dll. Info lebih lengkap saya nemu blog yang sangat bagus. Sila klik di sini.

Dan hari itu, saat di bagian lain negara Turki sedang berduka, di Istanbul sedang ada aksi besar2an mengecam tindakan suku Kurdi yang menewaskan 26 tentara Turki. Saat itu masih pagi, dan saya sedang di jalanan kota Taksim untuk pergi ke tempat konferensi. Pas itu banyak orang memasang bendera2 di sepanjang jalanan.. Akhirnya saya poto2 mereka tanpa tahu sebenarnya ada akan ada acara apa sampai semarak itu jalanan.

Dan ternyata akan ada aksi– atau menurut saya lebih tepatnya ini disebut propaganda. Jalanan yang memang sebelumnya ramai menjadi macet, bukan buat mobil atau angkutan saja, tapi pejalan kaki pun terpaksa berhenti semua.

Ya itu tadi, ada aksi, semacam long march di jalanan kota Istanbul. Pas saya tanya sama salah seorang disamping saya, dengan cepat dia menjawab : “Ada teroris.. kita akan melawan teroris..”. Saya terhenyak, teroris? Golongan macam apa yang disebut teroris di Turki? Dan ternyata yang dimaksud adalah suku Kurdi. Bukan bermaksud mengeneralisir jawaban spontan tadi, hanya saya kok agak kurang setuju, tiap ada yang berontak dikit, langsung disebut teroris. Kata2 itu kan produk keluaran Amerika, apa-apa, kalau terlihat konservatif lalu dicap sebagai teroris. Opini teroris ini somehow benar2 melekat di kalangan masyarakat.

Kalau anda mencoba membaca sejarah suku Kurdi, emm.. rasanya menyedihkan sekali. Perjalanan hidup mereka yang berpindah-pindah dan mencari “nama” itu tidak memakan sedikit korban. Dan FYI. Salah satu panglima perang Islam yang terkenal yaitu  “Shalahudin Al-Ayubi” itu juga keturunan suku Kurdi, sang ayah-  Najm ad-Din- adalah suku Kurdi.

After all.. kalau ada pemberontakan gini saya kepikiran sama anak-anak dan wanita. Saya inget pesen umi asrama saat akan ke Turki, “ati2 ya Hus kalau nanti naksir orang Turki, teliti betul jangan2 dia orang Kurdi..” seloroh Ummi sambil ketawa. “Loh, lah kenapa mi kalau orang Kurdi?” saya nggak dong korelasinya saat itu. Dan ummi menjawab “temen ane.. kuliah di Mesir, ktemu orang Turki, terus nikah, taunya orang Kurdi. Kasian banget nasibnya, ditinggalin terus sama suaminya. Ditinggal berontak, keliling kemana-mana..” jelas Ummi.

“Oh…”

Yah, itu perkara suami isteri ya. Lah kalau udah punya anak, dan banyak. Miris lah bayanginnya. Rasanya saya jadi bingung dengan perjuangan jenis ini, yah.. nggak tau mana yang bener mana yang salah. Belum baca lebih banyak artikel. Tapi apa antara perjuangan itu dan amalan (menyangkut hak dan kewajiban sebagai individu sudah terpenuhi?) bisa selaras? Nggak tahu juga.

Ini dia beberapa foto yang berhasil saya tangkap. Saya ngerekam juga. Yang bikin merinding adalah aksinya, di sini bukan demo sambil marah2 dan teriak2 menghina yang mau dihina. Tapi disini teriaknya neriakin nama2 Allah. Allahu akbar… syahadat dan seterusnya.. Mirip seperti aksi untuk Palestina begitu suasanananya. Dan saya rasa propaganda yang dimulai oleh entah oknum siapa itu berhasil. Buktinya? Awalnya hanya beberapa yang ikut aksi.. Tidak sampai satu jam, bermunculan penjual2 bendera, atribut, dan segala bentuk lambang lainnya. Sekajap saja, orang2 yang mulanya tidak ikut aksi lantas bergabung di dalamnya, mulai dari bayi- nenek-nenek pakai bendera atau ikat kepala dan ikut berdesak-desakan meneriakkan seruan2 yang tidak saya ketahui kata-katanya. Isinya kurang lebih permintaan pemerintah agar bertindak tegas terhadap suku Kurdi yang telah menewaskan 26 tentara Turki. Let’s see the moment :

Ah, maaf ya tulisan saya loncat-loncat dan dijejali terlalu banyak info🙂 Tapi bagaimana menurutmu tentang perjuangan suku Kurdi ini? For sure, pertikaian ini tidak bisa disamakan dengan kasus Palestina. Wallahualam bis showab.

PS: Oh ya, saya juga menangkap hal-hal minor di luar hiruk pikuk aksi ini. Moga2 bsk bisa saya tulis..🙂

Istanbul, 23 Okt 2011

2 thoughts on “Turkey on Fire (1)

  1. Menarik… perlu ekstra hati-hati memang menyikapi tentang konflik antar suku. Apalagi suku vs pemerintah. Lagi-lagi persoalan politik..

    Nek ceritanya bener (he2 maaf ya non..), salut deh buat kordum aksinya. Bisa memanage aksi dengan cara yang cerdik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s