RINDU PULANG

Akhsanu ‘amala…

Yup. AKHSANU ‘AMALA… atau bisa diartikan sebagai amalan paling baik ^^.Kata ini muncul di berbagai ayat, salah satunya dalam surat Tabarok ini (Al-Mulk:76 ayat 2) yang artinya..:

“Yang menciptakan mati dan hidup, UNTUK MENGUJI KAMU, siapa diantara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun”

Hidup itu berarti berpindah kawan..berjalan, dari kondisi TIDAK BAIK menuju BAIK, dari kondisi baik menuju LEBIH BAIK, dan dari kondisi lebih baik menuju PALING BAIK (akhsanu ‘amala)..

Nah.. pertanyaannya kemudian..kapan seseorang dikatakan dalam kondisi ‘paling baik’???

Sesorang dikatakan dalam kondisi paling baik adalah ketika hidup kita berjalan ke atas.

Ke atas yang dimaksud di sini adalah jika apapun yang kita lakukan dalam hidup ini semata-mata hanya untuk dan karena ALLAH SWT.. jadi parameter kita sebagai seorang muslim ya ini. Berarti disebut kondisi hidup sedang tidak baik adalah ketika segala yang kita lakukan itu bukan karena ALLAH. Dan disebut sedang dalam kondisi baik ya ketika kita melakukan apa saja atas dasar ALLAH.

Lalu.. Bagaimana kita bisa menempuh perjalanan untuk sampai ke akhsanu ‘amala???

Hmm…apa saja? Ya pertanyaan ini bisa kita ketahui jawabannya dengan menjawab pertanyaan lainnya🙂 *loh pye toh hus??*

Ya.. coba kita tengok sebuah ayat yang mengungkap pertanyaan dari ALLAH yang saat itu ditujukan untuk orang2 kafir yang tetap menolak Islam setelah Islam datang dan mulai tersebar di antara mereka. Meski dulu ditujukan utk orang kafir tapi ini juga berlaku buat kita, yang sudah terpapar dengan banyak ilmu Islam, …coba buka surat At-Takwir: 81 ayat 26…. artinya kek gini:

“KEMANAKAH KALIAN HENDAK PERGI” 

 

Ya.. inilah pertanyaan yang ditanyakan ALLAH… kemana kita akan pergi???

Coba renungkan lagi pertanyaan ini, dan jawab dalam hati +.+

Sudah? Nemu jawaban apa nih..^^

Yah apapun jawabannya monggo… akan tetapi sebagai seorang muslim yang mau menuju akhsanu ‘amala…jawabannya selayaknya seperti ini kawan🙂 :

“Ya ALLAH… kami hidup tidak akan pergi kemana-mana, kecuali hanya PULANG KEMBALI kepada-Mu”

Ya.. kita harus mau memiliki jawaban seperti ini. Hakikat hidup kita ini tiada lain adalah perjalanan pulang kembali ke Haribaan Ar-Rahman..yaaa.. pulang ke rumah, berarti pulang ke kampung akhirat sana. Kemana kita akan pergi? Ya.. kita akan pulang ke rumah kita yang sesungguhnya. AKHIRAT…

Lalu… pertanyaan yang muncul:

Apakah perjalanan hidup yang kita jalani betol2 menggambarkan diri kita untuk pulang kepada ALLAH SWT?

Let’s check it guys !

KARAKTERISTIK ORANG PULANG

Yuk mari kita tengok karakteristik orang yang bersiap untuk PULANG🙂

Apa sih alasan sebagian besar orang ingin pulang? Yaaa.. banyak sih, tapi coba kita ambil contoh anak kecil ya. Biasanya kapan mereka sangat ingin minta pulang ke rumah? Hayooo..pas apa? Yap betol sekali.. saat ia merasa letih dan lelah. Hmm.. jadi ini karakteristik pertama orang ingin pulang

Karena merasa LETIH dan LELAH.

Jika kita akan pulang ke negeri akhirat berarti kita sedang dalam keadaan LETIH dan LELAH. Pertanyaan lalu menjadi –> sudahkah kita merasa begitu????

Yah,,apakah semua usaha kita selama ini sudah membuat kita sampai hingga tahap letih dan lelah? Tunggu dulu boy… letih dan lelah yang dimaksud di sni adalah..merasa LETIH DAN LELAH DENGAN KESENANGAN DUNIAWI.. iya lah kesenangan duniawi, karena tempat pulangnya di akhirat. Kita pasti nya akan merasa letih dan lelah di tempat dimana kita berada saat ini. Begitu logikanya. Kalau misalnya sekarang kita sedang di kampus, mungkin kita sudah lelah dengan berada dikampus makanya merindukan kasur dan bantal di kosan-misalnya.

Orang yang belum merasa letih dan lelah dengan segala kesenangan dunia (artinya dia masih menemukan dan menikmati banyak kesenangan di dunia), berarti sebenarnya ia tidak sedang berjalan pulang menuju ALLAH.

Misalnya gini, kita masih seneng nih.. liat pameran mobil, atau motor, atau pameran komputer, tanpa tujuan dan maksud yang jelas. Bukan buat update info terbaru, bukan buat beli –apalagi. Tapi hanya untuk ksesenangan dan kepuasan duniawi saja, hanya untuk ‘nggaya’, n muasin mata lapar kita ini.

Atau kita masih suka keluyuran nih misalnya dalam hal berkhayal. Ini juga bisa tergolong kesenangan duniawi lho kalau yang kita khayalkan itu semata-mata memuaskan nafsu duniawi kita. Mbayang2 in nikah sama seseorang misalnya, padahal tuh orang belum tentu jadi suami/ isteri kita. Who knows?? Only God knows it! Kita bayangin gandengan  bareng dia, ngobrol bareng dia, makan bareng dia..*jiahhh*. Cukup2 sebelum anda benar2 membayangkan ^^. Atau malah sudah? Hehe, berarti itu tandanya kita masih cinta sama kesenangan dunia lewat khayal mengkhayal ini..:)

Nah lalu.. karakteristik kedua orang akan pulang itu..

Ingin cepat sampai.

Bener ga seh? Yap. Kecuali ada keperluan dan rencana tertentu, saya rasa tiap orang pasti enggan sengaja ‘memutarkan rute pulang’ ke jalan yang lebih jauh dari yang seharusnya. Kebanyakan dari kita pasti ingin cepat sampai. Banyaknya jalan tikus di Jogja dan banyak nya pelanggaran lampu merah di berbagai kota di Indonesia adalah salah satu bukti bahwa setiap orang pada dasarnya ingin cepat sampai ke tempat yang dituju.*suudzon*

Orang2 yang sedang dalam perjalanan pulang menuju akhirat, akan mengisi relung hatinya dengan rasa rindu pada kehidupan ukhrawiyah. Apapun yang ia lakukan dalam kehidupannya adalah jalan untuk ke surga.

Karakteristik yang ke-3 dari orang ingin pulang yaitu..

Memilih jalan terdekat dan tercepat. Yah, bagian ini penjelasannya almost same lah sama yang diatas.

Kalo dianalogikan dengan ‘pulang’ yang kita maksud di sini, berarti orang yang sedang menempuh perjalanan ‘pulang’ menuju akhirat akan memilih amal kebaikan yang paling cepat membuat dirinya dekat dengan ALLAH SWT.

Nah.. ini dia karakteristik terakhir dari orang yang ready untuk pulang. Penjelasannya kek gini, kadang kalau untuk waktu yang lama kita sudah merantau, dan tidak pulang, oleh-oleh menjadi salah satu cara kita untuk membuat bahagia orang rumah, memberi oleh2 yang disenangi ibu kita misalnya, bapak, adik, atau kakak, atau teman dekat kita..

Ya..oleh2 jadi salah satu hal yang menyempurnakan arti kepulangan kita.

Begitu hal nya untuk pulang ke akhirat. Setelah waktu yang lama di dunia ini, tentunya banyak yang akan senang bila kita pulang dengan oleh2 yang membuat mereka senang pula.

Jadi karakteristik lain dari orang-rindu-pulang itu :

akan membawa oleh2 yang disukai oleh orang rumahnya.. 

Intinya begini boy.. orang yang sedang menempuh perjalanan pulang ke akhirat telah menyiapkan oleh-oleh amalan terbaik (akhsanu ‘amala) untuk masyarakat akhirat. dan agar lebih indah mari bungkus amalan kita dengan satu kata ini –> IKHLAS… ^^

Thus, sudah kah kita rindu untuk pulang kawan…?

P.S:

Positngan ini saya tulis berdasarkan catetan saya pas kajian di PPMi (Pondok Pesantren Mahasiswi) Darush Shalihat yang diisi oleh Ust. Syatori Abdur Rauf. DS (Darush Shalihat) secara rutin ngadain kajian tiap Kamis dan Sabtu sore. Insya Allah kajiannya bisa menyirami hati kita yang sedang atau mulai mengering. Hmm.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s