Psikologi dan Gurun sahara

Sebelumnya mungkin saya perlu minta maaf lahir batin sama adik2 tingkat ini yang secara pasti sudah saya kecewakan: mutia, riris, danur, riza, dan mila. Oke karena jujur saya sama sekali gak semangat untuk ngikutin lomba debat kemarin itu.

Bukan karena kalian guys, murni bukan, karena saya itu malesss banget buat ngapalin teori2 itu. Saya males banget kalau harus mempertahankan pendapat dengan teori para ilmuwan yang tersesat itu. Jadi harapan satu2nya yang membuat saya tetap semangat saat perlombaan kemarin adalah bahwa akan segera ke Malang dan ketemu Malik Badri. Siapa Malik Badri? Yup perlu banyak postingan untuk menjelaskan beliau. Yang jelas dia berpengaruh besar dalam hidup saya*weits. Njuk ngopo?*haha.

Jadi kawan, inilah keresahan yang sudah muncul bahkan semenjak saya awal dan duduk manis di bangku semester 2 dan mendengarkan salah satu dosen saya berkata:

“Jadi… setiap stimulus itu akan menghasilkan respon..nah begitu pula dengan perilaku manusia. Pavlov berkata bahwa..blublublbub..(kagak usah diterusin)”.

Intinya Pavlov mengeluarkan teori mengenai pengkondisian stimulus respon. Di situ Pavlov bereksperimen dengan anjing. Singkat cerita begini, anjing itu akan mengeluarkan air liur manakala melihat makanan. Dan si Pavlov ini pengen mencoba hal lainnya. Sebelum si anjing dikasi makan maka ada bunyi lonceng yang mendahuluinya. Jadi akan ada bunyi lonceng sebelum si anjing dapat makanan. Jadi mekanisme nya begini bunyi lonceng-anjing liat makanan-berliur-lalu makan. Begitu terus menerus bunyi lonceng dibunyikan sbelum si anjing bertemu dengan makanan. Sampai pada akhirnya keadaan menjadi berubah. Si anjing pada akhirnya akan menjadi berliur bahkan ketika lonceng sedang dibunyikan, meski tanpa mendapatkan makanan!

Nah.. itu hasil kesimpulannya, dan saya ngasih analoginya kek begini. Misalnya mau nggebet cowok misalnya*hey2 ini contoh mudahnya loh*, kita tau kalau dia suka permen karet, maka tiap sebelum ketemuan kita kasih permen karet, terus menerus begitu sampai akhirnya permen karetnya kita berhentiin tapi dia masih tetep mau ketemuan sama kita. What is thissss????!!!

Merasa sangat cocok dengan teori itu? Kalau iya berarti anda musti lebih banyak melatih ketajaman hati dan akal sebagai rasa syukur atas nikmat Allah ini.*dasar husni sadis banget sih*

Smua..smua yang saya pelajari di Psikologi ini abu-abu😦 . Smuanya jadi serba boleh. Semua manusia itu unik. Itu prinsip yang musti dijunjung tinggi dalam Psikologi. Setuju. That’s indeed true. But hello guyss!!! Apakah menjadi homoseksual dan biseksual itu juga termasuk dalam kategori “unik”???? karena kenyataannya dalam Psikologi, homoseksual dan biseksual tidak lagi tergolong dalam kategori abnormalitas dalam DSM IV (Diagnostic and Statistical Manual) yang diterbitkan APA (American Psychiatric Association). Jadi ya, that’s OK. Itu sesuatu yang alamiah-kata mereka. Dan saya insya Allah akan tetap percaya, bahwa hal2 itu tetap tidak dibenarkan. Pasti ada sesuatu, hikmah dibalik semuanya. Pasti. Al-qur’an gak pernah salah! Dan sebagai umat Muslim, kita lah kawan yang harus membuktikannya.

Jadi itulah, semuanya keresahan itu yang bikin saya sempat pusing dan males belajar Psikologi.😦 Buat apa coba belajar kalau dasarnya aja udah ABSTRAk. Mending kalau Cuma abstrak, tapi gak bener itu!!! Gak bener! 😦😦 Coba kita liat Sigmund Freud yang “melangit” gara2 teori Psikoanalisa nya. Yang berkata kalau manusia itu dicengkeram oleh alam bawah sadar dan masa lalu, yang sangat dipengaruhi oleh inting seksualitasnya (bahkan dia sampai bikin teori tentang Oedipus Complex yang intinya begini: seorang anak sangat ingin kasih sayang ibunya-karena hasrat seksualnya pada wanita- dan keinginan ini terhalang gara2 ada sang ayah, hingga pada akhirnya si anak bahkan ingin membunuh sang ayah demi memenuhi kebutuhan ‘kasih sayang’ ini). Uedaaann!!! Tapi apa daya karena tidak mungkin membunuh sang ayah secara nyata maka perasaan ini harus ditekan, diatur oleh norma, nilai dan aturan. Dan menurut Freud singkat cerita, dari sini lah.. orang membutuhkan agama. Dari perasaan tertekan dan penuh rasa bersalah karena memiliki perasaan semacam ini. Ya Allah…..innalillah! Dan guess what? Pak Freud ini sangat terkenal, tak hanya di Psikologi tapi juga ilmu2 kedokteran. Dan masih teori beliau dijadikan landasan utk berbagai penelitian dan pembahasan. It’s terrible!!!!

 

Makin kesini saya baca buku Psikologi bikin kening saya mengernyit dan makin kelipet-lipet.😦 Ya Allah… apa ini.. kenapa kayak gini, kenapa kering sekali…. mereka itu para ilmuwan Barat? Psyche yang dalam bahasa Yunani berarti Jiwa itu sama sekali kering dari pendalaman jiwa sesungguhnya. Masa kita sebegitu mudahnya dianalogikan dengan anjing, setelah stimulus lalu akan ada respon. Ingat…ingat.. kita masih punya hati dan akal, processor sempurna yang diciptakan Allah untuk kita, untuk memilih, untuk memutuskan. Bukan seperti si anjing yang berliuran karena instingnya nyala kalau sebentar lagi akan dapat makanan.

 

Dan syukur Alhamdulillah🙂 ini kali hikmah nya saya telat daftar, lalu terdampar di kampus ini dan tidak di Jakarta, adalah saya diajari untuk melihat Psikologi dalam kacamata Islam. Terimakasih untuk Pak Mujidin yang sudah ngenalin saya sama buku “The Dilemma of Muslim PSychologists”. Dan alhamdulillah saya nggak pernah bosan baca buku itu. Yang ada saya angguk-angguk dan hela napas gara2 merasa bahwa bener banget nih buku!

Baru satu teori Psikoanalisa dari Freud, masih banyak teori lain yang sayangnya sangat tertanam kuat di banyak kepala mahasiswa Psikologi, dan para ahli psikologi yang meski beragama Islam namun ‘enggan’ mengkritisi lebih lanjut dan cenderung nrimo sama teori2 ini. Dan parahnya lagi ini semua tidak hanya berwujud teori, tapi sudah termanifestasi dalam berbagai bentuk alat tes psikologi yang sering digunakan misalnya untuk tes masuk kerja, penempatan jurusan saat SMA, tes PNS, dan sebagainya. Bagaimana jiwa dan mental kita bisa benar2 terukur oleh alat2 itu jika sedari akar konsep dan teori sama sekali tidak memahami hakikat manusia yang sesungguhnya. Bagaimana bisa mereka mengungkap jiwa manusia? Oleh karena itu, saya sangat beraaatt sekali saat lomba kemarin dan harus membela sesuatu secara mati2an dengan teori2 itu.

Tapi bukan berarti kita stop mempelajarinya, kita kudu ngerti itu smua sampai pada konsep dasarnya, sehingga kita bisa membetulkan ‘kecelakaan sejarah’ yang sudah terjadi sejauh ini.🙂 Landasan filosofisnya, semuanya. Dan untuk tahu ini maka kita perlu ILMU AGAMA! Mutlak ini tidak bisa dikatakan tidak . Dan oleh karena itu saya ngotot kuliah double untuk ambil bahasa Arab di kampus lain, karena untuk memahami turats Imam Ghazali misalnya, dan ilmuwan Islam masa silam lainnya maka saya harus mahir berbahasa Arab. Saya bisa mengkaji ilmu jiwa yang sesungguhnya sudah dijelaskan oleh para ilmuwan Islam itu melalui peninggalan tulisan2 beliau yang kemungkinan besar banyak berbahasa Arab, meski banyak juga yang berbahasa Persia. Dan yang lebih penting dari itu semua tentu untuk mempermudah saya memahami Al-Qur’an. Mutlak kalau kita merasa seorang muslim, dan ingin masuk surga dengan keilmuan kita, maka yang harus kita lakukan ya menjadi ilmuwan muslim. Dan bangga dengan keIslaman kita, dengan Al-Qur’an yang sempurna benarnya.:D😀

 

Wallahualam.:)

 

 

*NB: saya bener2 ga ngerti ini mesti dikasi judul apa. yawis lah, Insya Allah itu merepresentasikan isinya tentang gurun sahara yang kering, dan ilmu Psikologi Barat yang kering banget.tetottt

11 thoughts on “Psikologi dan Gurun sahara

  1. Asskum mb..
    Pertama2 ga ada yg perlu d maafin kok mb.. Klo q pribadi mah ini sbg pembelajaran buat lbh baik *serius bgt*
    Tp kan ga nyesel kan mb?? Secara org2 yg ikut pd asi, heboh semua.. Terutama.. Ehem2..
    Hehe

    Ngomong2 mslh gurun sahara, emank betul mb.. Sama jg rasanye.. Apalg pas baca buku pak malik..
    Berasa ketipu gitu deh mb..
    Tp kmrn itu msh smstr 2 jd burem2nya mslh gini jd msh nerimo2 gitu *proyeksi*
    D tmbh kmrn wadah pengkaji mslh ini bener2 fakum, dan ga ada regenerasi gitu..
    Jd ya bnr2 semua terkesan nerimo..
    Mdh2an setelah mb dgn kk2 lain ikt api, wadah yg fakum itu bs ada lg dan bs menerangi kita semua lg🙂

    • Haha, riza, iki mah koyo posting wae ^^, tapi makasih yoo. seneng deh kalo pada kritis gini..:)

      iyo2 ya itu KSF (kelompok studi fakultasnya) kudu di hebohin lagi. ayo kapan mau konsolidasi ama BEM, tar ak dukung deh..oke2. contact aja later yaa!

  2. Nggak apa2..jangan diulangi aja kesalahannya..sudah saya maafkan sebelum dirimu meminta maaf. (^_^)
    Di dalam ajaran islam, kebahagiaan akan ditemukan pada saat manusia mengenal Tuhannya lebih dekat.
    Memaafkan adalah hal yang disenangi Allah Swt. jadi sebagai makhluk yang memiliki akal dan potensi lebih dari makhluk ciptaan-Nya sangatlah menguntungkan pada saat manusia saling memaafkan.
    hadiah istimewanya adalah bertemu Allah Swt.
    Ayooo…
    Forgiveness to heaven because Allah Swt.

    Senyum donk kalau uda dimaafin…
    (^_^)

    • heh siapa juga yg minta maaf??? >.<
      wah2… nyesel saya komen rada 'baik'😛

      iya lah gie, bsk2 ogi bikin paper ttg memaafkan sono, tpi jgn kek ustadz2… kek psikolog biar bisa lebih meluas jaringan dakwah keilmuannya.🙂

  3. “tapi akibatnya strukturnya sangat bagus”—>aku gak dong lagi deh.apa ini ciri kmbuhnya ke-skizoprenan e si sunni?soale slh 1 ciri skizopren itu org lain gak dong ap yang dia maksud🙂
    or aku yg ‘lola’.
    agaknya yg kedua yg bner😦

    hmm.tapi emang itu yang bikin matematika itu jadi sains.

    • maksudnya, sangat rapi strukurnya, tidak ada celah, misal dimana pun, kapan pun 1 + 1 = 2, (ini secara nominal lho, bukan secara tulisan)… *ketoke soyo ra mudeng…

      heu…. skizo –> teringat john nash…

      hmm, secara umum, matematika itu sains, tapi, ada juga yang bilang matematika itu seni, karena hasil ciptaan manusia… tergantung asumsi dan definisi awal, misal : boleh2 saja kita nyebut 1+1 = 300 atau sudut dalam segitiga itu jumlah nya 100 derajat… walau rada tidak wajar… tapi, itu sah…

      • film e apik yo..

        ning gak usah smpe kayak john nash lah.eh tapi yo gpp lah. biar kita2 psikolog ini kepake ilmunya.nanti kalo udh kumat bilang sun.*plak!*

        matematika seni?hmm..okelah.imajimatika ~.~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s