PENUHI JIWA DENGANNYA

Iman kita naik turun, begitu kata Rasul.

Dan tiap2 kita punya cara yang berbeda untuk menaikkan voltase iman kita. Dan hal ini juga berlaku dalam hal satu ini””. Menghafal Qur’an. Ada masa menggebu-gebunya, dan tentunya ada masa males-malesnya(ampuuun deh kalo dah begini).

Dan salah satu kiat buat saya yang cukup manjur adalah dengan membaca buku2 tentang keutamaan menghafal Qur’an. Salah satunya buku ini-yang sangat saya rekomendasikan untuk dibaca- . Buku dengan judul “Anda pun Bisa Menjadi Hafidz Al-Qur’an” buku karya Ust. Abdul Aziz Abdu Ra’uf, Al-Hafidz, Lc, yang sekarang mengelolam MARKAZ AL-QUR’AN di Jakarta.

Salah satu sub bab yang sangat ‘menyentil’ adalah bagian “Sibukkan Dirimu dg Al-qura’an”. Diawali dengan sebuah fakta yang menyesakkan ‘yah, bukankah ini yang selama ini terjadi pada aktivis dakwah, saking sibuknyaa dengan agenda ini itu..hingga sangat kesusahan menghafal Qur’an’..duh Gusti, miris ga sih di bilangin gitu.T.T

Jadi jika kita memutuskan untuk menghafal Qur’an, maka yang harus diingat adalah KITA HARUS SIAP MENYIBUKKAN DIRI DENGAN AL-QUR’AN. Menghafal Al-Qur’an 30 juz tidak bisa diraih dengan waktu sia-sia. Seperti hadits berikut:

“Bermu’ahadahlah (intensifkan dirimu) dengan Al-Qur’an! Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya , sungguh Al-Qur’an itu lebih cepat hilangnya daripada tali ikatan onta.” (HR Bukhari dan Muslim).

Berapa waktu yang harus diberikan oleh seorang penghafal Al-Qur’an dalam kesehariannya?

KURANG LEBIH MINIMAL 3 JAM SEHARI.

Lalu mari kita lihat betapa hebatnya orang-orang di bawah ini:

Rasulullah, sholat malamnya selalu panjang, sehingga otomatis kebersamaannya bersama Al-Qur’an selama berjam-jam

Abdullah bin Amr Al Ash, selalu mengkhatamkan Al-Qur’an tiga hari sekali, dari masa mudanya sampai masa tuanya.

Ustman bin Affan, sepekan sekali selesai membaca 30 juz. Sepanjang hayatnya.

Umar bin Khatab selalu mengisi waktu perjalanannya dengan membaca Al-Qur’an.

Abu Hanifah an Nu’man bin Tsabit sepanjang hidupnya 7000 kali khatam Al-Qur’an.

SUBHANALLAH..

Mungkin kita belum bisa sehebat itu, mungkin kita merasa hal-hal di atas terlalu ekstriim. Tapi begitulah adanya, itu benar terjadi dan mungkin terasa ‘biasa’ saja untuk ukuran jaman dahulu. Untuk kita saja terasa sangat ‘lebay’ karena memang mungkin kita yang jauh dari hal-hal menghafal Al-Qur’an.

Tapi ada perlunya kita tahu hal-hal seperti di bawah ini.

Maka di kalangan orang-orang hebat ini terkenal istilah khodiin (teman akrab), maksudnya AL-Qur’an selalu menjadi teman akrab mereka sepanjang hidupnya. Mengapa sikap ini menjadi ‘ciri khas’ orang-orang beriman terdahulu?

1. Berinteraksi dg Al-Qur’an membutuhkan kecintaan yg tinggi terhadapnya. Agar menumbuhkan rasa cinta ini..harus ada hubungan yg intensif dengan Al-qur’an

2. Memberi waktu yang banyak utk Al-Qur’an akan bermanfaat untuk mengatasi futur yang menimpa para penghafal.

3. Memprioritaskan Al-Qur’an dari sekian banyak agenda harian kita. Sehingga sesibuk apapun Al-Qur’an akan tetap mendapat jatah waktu untuk diakrabi. Mereka yang berlindung di balik kesibukan yang padat dan terbiasa kehabisan waktu untuk Al-Qur’an, adalah orang-orang yang tidak menempatkan Al-Qur’an sebagai prioritas nomor satu dalam kehidupannya. Logikanya begini, ketika makan menjadi prioritas, maka sesibuk apapun akan tetap ada waktu untuk makan. Maka sungguh alangkah mulianya bila seorang mukmin mampu memprioritaskan Al-Qur’an sebagaimana dirinya memprioritaskan Al-Qur’an.

Yah…semoga kita kembali disibukkan dengan Al-Qur’an. Tidak dengan syuro, makan, baca novel terus menerus (bca novel sih boleh-boleh saja), atau sibuk mikirin mau up date status apa di Fb.heu.

Smoga Allah memilih kita menjadi salah satu penjaga Al-Qur’an dengan hafalan yang kita miliki…AMINNNNN

3 thoughts on “PENUHI JIWA DENGANNYA

  1. pi,bukan berarti kita harus mengasingkan diri atau memisahkan diri dr lingkungan demi akrab dg al quran kan… Hati2,disaat kita merasa gk mau diganggu,saat2 itulah hal2 penting,darurat datang. Maksudnya,fleksibel aja.

    • “Hati2,disaat kita merasa gk mau diganggu,saat2 itulah hal2 penting,darurat datang.”–>bener banget bgian ini.
      Iya, Al-Qur’an bukan jadi alasan untuk membuat gap, tinggal kitanya pintar2 mengatur diri. Makasiiih looo mas Auli, sudah diingatkan. Berasa jadi anak bungsun beneran kalo begini T.T *terharuuh ;D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s