LASKAR MERAPI

Siang itu, tanggal 1 Agustus kami bertemu.

Retno, Sabil, Dian, Eta, Lintang, Mba Ai, Mba Ira, Dea, Wawan, Apri, Agung. Dan Saya, Husni.

Awalnya aku agak bingung, nyasar diantara orang yang kebanyakan sudah saling kenal, tapi disitulah saya, di bis kecil itu kami berada.
Sekelumit pemuda yang berhasrat tinggi menaklukan diri sendiri.

PENDAKIAN GUNUNG MERAPI.

Ah. Rasanya aib bersama mengenai waktu daki tidak perlu diungkapkan di sini. Hehe.
atau dunia pencinta alam akan menghujat kita bersama-sama. Hahaha. Tapi justru dari situ, kita bersaudara. Betul ?😀

Dengan komposisi new bie dan para ahli yang tidak seimbang, kami mendaki Merapi. Dengan keetinggian 2.698 m dr permukaan laut alhamdulillah puncaknya berhasil kita gapai kawan. Subhanallah, meski target sunrise di puncak tidak tercapai (justru tercapai lebih cepat, hahaha), tapi kita berhasil melewatinya.mendaki dan menuruni bersama-sama.

Mari kita telusuri jejak kita dari awal..

Jam keberangkatan dari Jogja yang molor dan jalanan macet, bikin kita agak sore sampe di Selo. Tapi ttap saja kita semngat. Dan belum lagi kita sampai di basecamp, sudah ada ‘hadiah’ buat kita.

Mulai dari kapalannya eta yang sobek, trus biki eta ‘bahagia dunia akhirat’ selama pendakian (bahagia opo sengsara yo ta??). Trus sepatu mba ai yang entah kenapa menjebolkan diri sehingga sobek dan dengan ‘ikhlasnya’ diganti sama sepatu mas2 yang baru turun gunung, ntah siapa namanya lupa-makasih banyak mas-. Meski kaki mba Ai jadi kayak pake sepatu aladin, gara2 sepatu yang kegedean ukuran. Hahaha. Tapi tete kece ko mba…😀

Alhamdulillah, kita mulai pendakian kita di malam itu.
INDAHHHHHH…. sekali. Gemerlap langit dengan bintang, dan berkali-kali bintang jatuh melintas di atas sana melukis harap dan doa kita. Belum lagi nyala lampu pulau Jawa seperti emas berserakan di lautan.. silau indahnya…. Subhanallah!!!! Tak lupa angin merapi yang terus menderu seperti suara air terjun, bikin napas kita beruap serasa di luar negri :B

Terus camp di pos… (ah.. berat sekali ngetiknya, hahaha). Ya, di situ kita membuat the strangest noodle in this world. Tak jelas rasa apa,
kayak kata umar kayam: makan ga makan kumpul! Nah.. kalo kita; enak ga enak.. MAKAN! Hahaha.

Terus eta yang kedinginan mpe harus berlapis2 baju dan sleeping bag (termasuk retno di dalam lapisannya. Hahaha). Dan dea yang membuat ‘gempa lokal’ gara2 gemeteran, dan membuat seseorang di samping nya bergetar semalaman! Hehe, tapi gara2 itu aku berasa di nina bobokan, meski sedikit ‘kencang’. Dan sabil yang mlungker kayak ulat diantara para akhwat yang sudah ngiler dan mereka bertanya heran ‘bola apa ini’.

Plus wawan yang sering ketendang-tendang kepalanya –insya Allah bikin tambah cerdas wan!- N pemandu kita yang udah terlelap nyenyak sementara kita masi berpesta mie. Trus mas agung entah dimana sibuk mencari sleeping bagnya, lintang yang dah bobok dengan asoinya, dian yang berjuang melawan mules2nya, dan mba ai dan mba ira yang setia di samping kompor ^^

Dan tak lupa bule2 yang bergabung dan bikin pemandu kita keheranan, mana boleh bobo bareng! Padahal jelas2 itu bukan kita.haha.
dan gak lupa pengalaman sama mba ai, mba ira dengan tisu basah aqua galon malam itu dan bebatuan merapi, yang bikin aku ketawa ngakak.
Lanjut pagi hari, sunrise…. Amazing guys! Terus.. hasrat keartisan kita muncul semua, jeprat-jepret sana-sini.

Lanjut perjalanan, perjalanan di pagi dan siang hari justru terasa lebih melelahkan gara2 kita bisa ngeliat medan. Break, ngos2an, minum, makan bekal. Semua nya dimulai… Rocks on!😛

Akhirnya meski on the way ke pos 3 kita berpisah, kita bersatupadu lagi (halah lebay). And.. repack lagi. Minum dan barang2 berat kita oper ke para jagoan kita siang itu. Para lelaki. Lanjut pesta mie kita di pasar bubrah.
Berkat pengalaman semalam, akhirnya kita sukses bikin mie dengan halal MUI!Plak!
Halal karena rasanya gak bikin mudharat yang makan🙂
Habis isi bensin,ini itu… di belakang kita, berdiri kokoh. Yang kita tuju. Yang ditunggu.

———————————-PUNCAK..!!!———————————

Akhirnya dengan semangat baru, menggebu, kita daki sama2. Dengan sedikit terpelesat, dan longsorang batu2 kecil.. dan dengan rekor waktu yang (teteup: lama), alhamdulillah kita sampai juga di puncak-Nya.
Indah sekali ya.
Betul kata, banyak orang.. kalau naik gunung itu: CANDU.

Jadi, kemana lagi kita pergi kawan?:)🙂🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s