Do Utmost!

Do Utmost!

Sudah lumrah kalau anda temenan sama anak Psikologi, lalu dijadikan “kelinci percobaan” untuk praktikum2 di Psikologi. Dan aneh rasanya kalau anak Psikologi tapi belum pernah mencoba bejibun tes yang banyak itu. Biasanya, anak angkatan bawah akan ditodong sama angkatan atas untuk jadi testee (yang di tes).

Termasuk saya, pas itu.. saya masih imut2nya *hueeek. Masih semester 2.. Saat itu saya jadi testee untuk tes Kraeplin, sebuah tes yang sangat sering digunakan dalam rekruitmen kerja, PLN,misalnya, menggunakan tes ini dalam rangkaian tes seleksi karyawan. Initnya tes kraeplin mengungkap “maximum performance” seseorang, artinya dari situ terungkap 4K which are kecepatan, ketelitian, keajegan, dan ketahanan kerja kita.

Bentuknya.. seperti apa tes kraeplin itu? Err… agak bikin mulas kepala… tidak ada satu huruf pun di dalam tes kraeplin. Isinya Fuuuuuuuuuullll angka yang tersusun rapih dalam bentuk kolom. Angkanya memenuhi kertas yang besarnya 2 kali kertas A3 kira2.. silahkan pusing2 mata. Dan saya turut berduka cita sama mbak2 yang dulu itu ngajakin saya utk jdi testee.. Maaf lahir batin, soalnya.. mbaknya pulang hingga petang gara2 ngitung skor saya.. saat itu saya berhasil menjawab banyak di tes kraeplin. Apa artinya? Alhamdulillah, entah benar atau salah hasil tes itu, saya bersyukur bahwa saya dari hasil tes itu saya memiliki 4 K yg baik. Further more, saya digolongkan abnormal, karena klo di kurva normal, saya berada di grafik yang titiknya masuk  abnormalitas ekstrim kanan…  selamat, anda tidak normal ternyata. Tapi inti postingn ini bukan itu.

Intinya, apa anda sudah tau kelebihan atau potensi yg anda miliki? Cari! Cari kalo belum tahu.. karena somehow, ini sangat membantu kita untuk memahami sesuatu, yang akan terungkap di akhir postingan

Relate sama cerita di atas, saya pengen cerita sama salah satu penelitian yg pernah saya lakukan, yaitu tentang religiusitas anak autis. Pernah melihat proses belajar anak autis? Atau ADHD? Mungkin pernah atau bisa ditemui dibanyak sekolah ABK (Anak Berkebutuhan Khusus). Tapi pernah kah anda melihat mereka belajar melakukan ritual ibadah mereka. Mengaji, sholat, wudhu? Sungguh, anda akan sangat tertampar kalau dengan kondisi normal yang anda miliki anda masih malas solat, males untuk ngaji, dan lain-lain.

Saat sholat biasanya guru pendamping ada dibelakang mereka, memeluk dari belakang, membantu mereka untuk memegang pergelangan tangan, rukuk, sujud, dan duduk tasyahud. Dan menghentikan gerakan2 yang sering tanpa sdar mereka lakukan. (Maaf saya belum sempat upload fotonya.)

Pernah lihat anak2 ini belajar mengaji? Subhanallah, dengan gangguan yang sedang dimiliki, sangat… sangat sulit bagi mereka untuk mengucapkan huruf2 arab itu.. aaaa…bbbbaaaa…jejejejejaaaaa… begitu kira2.. sangat terbata2. Wuih, tapi semangat belajar mereka jangan ditanya. Malah udah ada yang hampir khatam hafalan juz 30 dalam 1 tahun belajar mereka. Ini sangat luar biasa untuk ukuran seseorang yang memiliki kesulitan verbal dan kognitif.

Cerita lain terjadi hari ini. Hari ini waktunya monitoring individu. Akibatnya, pagi ini Rumah Al-Qur’an dihiasi air mata beberapa orang santri, yang begitu saja keluar saat sedang setoran hafalan. Beberapa dari kami ada yang menangis.. akibat menghadapi tantangan untuk menyetorkan sebuah surat sungguh sulitnya. Berulang kali salah, dipotong oleh musyrifah, diulang, dipotong lagi karena mad yang kurang panjang, membenarkan… lalu dipotong lagi karena salah… Fiuuuh. Sampai tiba2 salah seorang menunduk di meja, dan menangis diam2.. karena belum lancar…

Saya dan beberapa teman lain melihat dari kejauhan. Ya Allah, saya terharu sama beliau… terenyuh karena semangat dan jiddiyah (kesungguhan) mbak Eka saat menghafal. Memang surat itu panjang, dan saat saya menghafal dulu saya juga sempat jengah, ya Allah, angel banget.. gak lancar2… tapi perasaan itu hanya sebentar, dan tidak sampai menangis, seperti beliau.

Tidak berapa lama kemudian giliran Nabila, pasangan menghafal saya. Setelah balik ke ruang utama, Nabil menyusul menjadi orang yang menangis untuk kedua kalinya… Target tilawah 5 juz/ hari yang harus kami lakukan, berubah khusus untuknya. Nabil punya kewajiban untuk membaca 1 juz saja, dan 4 juz lainnya digunakan untuk muraja’ah (mengulang hafalan). Saya mengikuti sepenuh nya proses belajar Nabil, kesulitan2nya pada beberapa huruf, dan seterusnya. Yang ternyata bagi saya, kesulitan yang dialami Nabil adalah hal yang bisa saya lakukan dengan baik. Dan Nabil tiba2 sja merebes mili (nangis).

Saya tertampar pagi ini, betapa bagi teman2 saya beberapa hal merupakan sebuah dinding tantangan yang harus mereka jebol. Sementara saya? Sudah ada pintu, tinggal masuk saja. Betapa saya bisa mendapat nilai setoran 9 berulang kali, sementara bagi yang lain unutk mendapatkan 8 saja harus belajar terus menerus malam harinya. Tidak tidur, mendengar terus menerus rekaman suara sendiri, dan lainnya.

Saya tidak bermaksud sombong sama kelebihan saya dalam postingan ini. Sungguh bukan itu poinnya. Tapi, saya sedang menyadarkan diri saya sendiri. Bukannya memaksimalkan potensi, saya malah leha2.. dan tidak lebih bersungguh-sungguh dibandingkan kawan2 lain di asrma ini. Padahal saya memiliki satu tiket lebih dulu, yang harusnya bikin saya much, much, much better… Harusnya sama kencangnya berlari seperti mereka ber-6.. sama besarnya kesungguhannya seperti mereka ber-6.. harusnya.

Padahal sejak tes Kraeplin yang saya lakukan dulu, saya jadi sadar sama potensi saya. Dan ternyata sampai sekarang saya cuma melirik dan icip2 sama amanah yang sudah dikasih Allah ini. Bukannya akselerasi, tapi malah santai2.. Astaghfirullah.

Bersyukur sudah tentu akan menjadi sebuah nilai yang bisa kita dapatkan saat kita mengetahui kelebihan dan potensi kita. Akan tetapi lebih dari itu, ada sebuah nilai lain yang sama pentingnya.

Menghargai adalah salah satu hal yang bisa tumbuh, saat kita sudah mengenali potensi diri kita. Hargai diri sendiri dengan bersungguh-sungguh dalam bekerja. Sekecil apapun persoalannya. Bukankah Allah menilai segalanya?

Lebih jauh lagi, belajarlah untuk menghargai kerja keras orang lain. Boleh jadi bagi kita mudah (krn bagi kita ini kelebihan), namun bagi mereka, hal ini bukan main susahnya.

Thus… sudahkah kita bersungguh-sungguh dalam bekerja hari ini? Jangan kecewakan Allah dengan nikmat yang sudah dititipkan-Nya :)

Jangan kebanyakan leha-leha dan menunda-nunda :)

“Maka apabila engkau telah selesai dari suatu urusan, bersungguh-sungguhlah (tetaplah bekerja keras) untuk urusan yang lain”. (QS. Al-Insyirah: 7)

Doa Hifdzul Qur’an :)

Doa Hifdzul Qur’an :)

Sebenarnya ada banyak doa agar kita bisa dekat dan hafal dengan Al-Qur’an. Berikut ini salah satunya. Dan artinya sangat, sangat, sangat indah :)

ا للّهُمَّ انْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ الْعَظِيْمَ رَبِيْعَ قُلُوْ بِنَا وَ جَلَآءَأَحْزَا نِنَا وَنُوْرَ صُدُوْرِنَا وَ ذَهَابَ غُمُوْمِنَا وَهُمُوْمِنَا

اللّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ الْقُرْآنَ الَّذِيْنَهُمْ أَهْلُكَ وَخَآصَّتُكَ يَآأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

“Ya Allah.. jadikanlah Al-Qur’an-Mu Yang Agung, taman bunga hati kami…

penghilang rasa sedih kami, (menjadi) cahaya hati kami, dan pengusir gundah gulana kami.

Ya Allah.. jadikanlah kami keluarga Al-Qur’an,

yaitu orang-orang yang menjadi keluarga-Mu dan yang Engkau khususkan.. Yaa Arhamar Raahimiin…”

Turkey on Fire (1)

Turkey on Fire (1)

Saya baru tahu kalau di Turki sedang ada gempa besar saat semalam teman saya sms dan menanyakan kabar. Dan setelah searching ternyata benar2 suram. Gempanya benar2 parah, korbannya tidak sedikit.  Kata Kompas hampir 1000 orang tewas. Silahkan cek webnya langsung.

Suram sekali karena Provinsi Van di bagian Timur Turki ini (yang terkena gempa) banyak dihuni oleh Suku Kurdi, yang sekarang sedang gencar2nya mengadakan perlawanan dengan pemerintah Turki. Dan tanggal 20 Oktober 2011 kemarin antara kedua pihak (pemerintah dan suku Kurdi) terjadi pertempuran cukup parah, sehingga menewaskan 26 tentara Turki. Sebenarnya kalau mau diekspos dari Suku Kurdi mungkin bisa jadi lebih banyak, jika dihitung dari awal perlawanan mereka.

Sedikit cerita tentang suku Kurdi, suku ini terkenal dengan bangsa tanpa negara, begitu seingat saya ungkapan untuk mereka dari sebuah majalah ISlam. Mereka tersebar di Suriah, Irak, Iran, dan tentunya di Turki.  Di berbagai negara ini mereka mendirikan partai-partai tertentu dengan tujuan untuk meminta kemerdekaan dll. Info lebih lengkap saya nemu blog yang sangat bagus. Sila klik di sini.

Dan hari itu, saat di bagian lain negara Turki sedang berduka, di Istanbul sedang ada aksi besar2an mengecam tindakan suku Kurdi yang menewaskan 26 tentara Turki. Saat itu masih pagi, dan saya sedang di jalanan kota Taksim untuk pergi ke tempat konferensi. Pas itu banyak orang memasang bendera2 di sepanjang jalanan.. Akhirnya saya poto2 mereka tanpa tahu sebenarnya ada akan ada acara apa sampai semarak itu jalanan.

Dan ternyata akan ada aksi– atau menurut saya lebih tepatnya ini disebut propaganda. Jalanan yang memang sebelumnya ramai menjadi macet, bukan buat mobil atau angkutan saja, tapi pejalan kaki pun terpaksa berhenti semua.

Ya itu tadi, ada aksi, semacam long march di jalanan kota Istanbul. Pas saya tanya sama salah seorang disamping saya, dengan cepat dia menjawab : “Ada teroris.. kita akan melawan teroris..”. Saya terhenyak, teroris? Golongan macam apa yang disebut teroris di Turki? Dan ternyata yang dimaksud adalah suku Kurdi. Bukan bermaksud mengeneralisir jawaban spontan tadi, hanya saya kok agak kurang setuju, tiap ada yang berontak dikit, langsung disebut teroris. Kata2 itu kan produk keluaran Amerika, apa-apa, kalau terlihat konservatif lalu dicap sebagai teroris. Opini teroris ini somehow benar2 melekat di kalangan masyarakat.

Kalau anda mencoba membaca sejarah suku Kurdi, emm.. rasanya menyedihkan sekali. Perjalanan hidup mereka yang berpindah-pindah dan mencari “nama” itu tidak memakan sedikit korban. Dan FYI. Salah satu panglima perang Islam yang terkenal yaitu  ”Shalahudin Al-Ayubi” itu juga keturunan suku Kurdi, sang ayah-  Najm ad-Din- adalah suku Kurdi.

After all.. kalau ada pemberontakan gini saya kepikiran sama anak-anak dan wanita. Saya inget pesen umi asrama saat akan ke Turki, “ati2 ya Hus kalau nanti naksir orang Turki, teliti betul jangan2 dia orang Kurdi..” seloroh Ummi sambil ketawa. “Loh, lah kenapa mi kalau orang Kurdi?” saya nggak dong korelasinya saat itu. Dan ummi menjawab “temen ane.. kuliah di Mesir, ktemu orang Turki, terus nikah, taunya orang Kurdi. Kasian banget nasibnya, ditinggalin terus sama suaminya. Ditinggal berontak, keliling kemana-mana..” jelas Ummi.

“Oh…”

Yah, itu perkara suami isteri ya. Lah kalau udah punya anak, dan banyak. Miris lah bayanginnya. Rasanya saya jadi bingung dengan perjuangan jenis ini, yah.. nggak tau mana yang bener mana yang salah. Belum baca lebih banyak artikel. Tapi apa antara perjuangan itu dan amalan (menyangkut hak dan kewajiban sebagai individu sudah terpenuhi?) bisa selaras? Nggak tahu juga.

Ini dia beberapa foto yang berhasil saya tangkap. Saya ngerekam juga. Yang bikin merinding adalah aksinya, di sini bukan demo sambil marah2 dan teriak2 menghina yang mau dihina. Tapi disini teriaknya neriakin nama2 Allah. Allahu akbar… syahadat dan seterusnya.. Mirip seperti aksi untuk Palestina begitu suasanananya. Dan saya rasa propaganda yang dimulai oleh entah oknum siapa itu berhasil. Buktinya? Awalnya hanya beberapa yang ikut aksi.. Tidak sampai satu jam, bermunculan penjual2 bendera, atribut, dan segala bentuk lambang lainnya. Sekajap saja, orang2 yang mulanya tidak ikut aksi lantas bergabung di dalamnya, mulai dari bayi- nenek-nenek pakai bendera atau ikat kepala dan ikut berdesak-desakan meneriakkan seruan2 yang tidak saya ketahui kata-katanya. Isinya kurang lebih permintaan pemerintah agar bertindak tegas terhadap suku Kurdi yang telah menewaskan 26 tentara Turki. Let’s see the moment :

Ah, maaf ya tulisan saya loncat-loncat dan dijejali terlalu banyak info :) Tapi bagaimana menurutmu tentang perjuangan suku Kurdi ini? For sure, pertikaian ini tidak bisa disamakan dengan kasus Palestina. Wallahualam bis showab.

PS: Oh ya, saya juga menangkap hal-hal minor di luar hiruk pikuk aksi ini. Moga2 bsk bisa saya tulis.. :)

Istanbul, 23 Okt 2011

SMS bersejarah :)

SMS bersejarah :)

Pas mau delete all messg.. ada satu messg yang sayang banget untuk saya hapus. Akhirnya saya putuskan untuk menulisnya di sini. Gara2 sms ini life mapping saya untuk beberapa tahun ke depan berubah drastis. Belum banyak yang tahu sih, I guess akan ada yang sedikit kecewa dengan kabar ini. Biar waktu saja yang memberi tahu.. *waks ;P bahasanya…* Dan ini sms berharga yang saya maksud :)

“Assalamu’alaykum wrwb. Dengan berbagai pertimbangan, kami pengelola Rumah Al-Qur’an (RQ) memutuskan untuk menerima anti sebagai santri mukim. Briefing santri dilaksanakan Sabtu, 22 Oktober jam 09.00-10.00 di Rumah Al-Qur’an. Moga dimudahkan untuk hadir. Jazakillah..”

Pas baca sms ini saya malah blank. Nguiiingg… tapi terus sujud syukur sambil terus mbatin ini nggak salah kirim kan? Broken parah lah saya kalo ternyata salah kirim T.T Akhirnya saya putuskan untuk mengirim sms ke panitia. “Bener nih mbak, saya keterima???”, berkat sinyal XL yang Xlalu lagi bermasalah, sms jam 18.30 baru diterima pukul 21.00.. Saya digantung sama XL.

Akhirnya ada reply dari musyrifah sana. It’s true, I’ve been accepted! Alhamdulillah…

Bagi saya keterima di sini sungguh bener2 nikmat yang besaaaar dari Yang Maha Besar. Dari sekian banyak yang mendaftar, RQ hanya menerima 7 orang santri. Hidup ke-7 orang ini gratisss! Malah dikasi uang saku segala. Selama 3 tahun…. Tiga tahun sodara2.. Tiga tahun untuk 30 juz!

RQ ini adalah proyek IKADI (Ikatan Dai Indonesia) dan di bawah bimbingan Lembaga Tahfidz Al-Hikmah Jakarta, specifically kami dibina langsung oleh Ust. Riyadhus Shalihin. Lebih jelasnya saya juga belum tahu, lah wong hari ini briefing dan saya malah kemana.

Definitely, mimpi untuk daftar Indonesia Mengajar, mimpi kuliah di ISTAC atau di Leicester University, England akan ter-postpone… There must be someone who disappoint actually.. Maaf ya, saya memilih ini.

Dan sedikit banyak acara di Turki ini menggalaukan saya. Di sini saya ketemu sama para master degree -PHd candidate, dan juga Professor2 yang kerennya masyaAllah.. Nuansa akademisi, penelitian, jelas sekali.. diskusi tentang penemuan dan fakta2 terbaru dalam dunia Psikologi, tentang perkembangan praktisi di berbagai lingkup negara, semuanya.. hot news. Demi membayangkan ketidakberlangsungan studi formal saya selama 3 tahun ke depan demi fokus menghafal Al-Qur’an, sedikit banyak bikin agak… yah, gimana gitu. Ah.. kapan lagi saya ketemu orang2 ini ya? Kapan lagi saya bisa ada di antara mereka ya? Mana pas disini peluang beasiswa bejibun banyaknya, apalagi kalau mereka tahu kamu masih undergraduate student and potentially need scholarship, surely.. pintu beasiswa menganga dimana-mana.

Tapi.. saya nggak segalau itu kok. Tulisan di atas mungkin karena efek lampu temaram lobby hotel yang bikin saya jadi nulisnya rada melo *haha, ngeles ;P*

Bagaimanapun juga, saya akan lebih ngerasa nyesek kalau nanti waktu S2, S3.. ngomong ngalor ngidul soal manusia, soal jiwa (psyche= jiwa), soal hidup.. tapi malah nggak dong obatnya semua masalah dalam hidup. Even informasi tentang alam raya, teknologi, semuaanya dari buku itu. Dari Al-Qur’an. Sebenarnya bisa saja melanjutkan S2 di UGM, sambil nyantri. Tapi ndak taulah nanti..

Thus.. bismillah! Saya malah jadi makin mantep untuk nyantri di RQ. Tiga tahun dan pakai uang umat??? Bukan perkara sederhana! Setiap suap yang saya makan, tetes air yang saya keluarkan, sabun cuci yang saya pakai, bensin yang saya habiskan.. semuanya uang umat. Wakaf dari banyak orang. Semoga berkah, dan semoga lagi.. semoga saya bisa mempertanggungjwabkan uang-uang ini semua. Harta-harta ini semua. Lagipula boleh lah meniru Steve Jobs, yang mutusin untuk nggak melanjutkan studinya. Ya kan? :) Toh 3 tahun ngapal bukan berarti saya nggak bisa nambah ilmu? Banyak sekali buku2 Psikologi, atau yang lainnya.. yang selama ini baru saya baca, baru dipahami sedikit, belum sampai pada tahap mengkritisi. Toh saya mau men-seriusi wirausaha yg sdh ada. Toh saya juga masih kuliah satu lagi. Dan toh-toh lain yang banyak kalau mau di list.

Jadi inget kata temen akrab saya yang kemarin baru pulang dari Amerika, dan beasiswanya bikin saya mupeng juga. Kata Dwi “Hus.. ini mah luar biasa, ini beasiswa dari Allah langsungg!”. Terimakasih wi, sudah menguatkan! Meski kalau dipikir ulang, beasiswa Dwi ke USA kemarin dari Allah juga kan ya -_____-, ahha.

Dan lagi pas ngomong sama Bapak Ibu, mereka setuju2 wae.. Dan FYI bapak saya sempet mengusap-ngusap mata pake tisu pas saya cerita. Ahahaha, ternyata bakat melo ini turunan Bapak! Tanggung jwab Pak! :P

Yap, mari menanti betapa indahnya hari-hari, bulan-bulan, tahun-tahun yang akan datang! :D

“Barangsiapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka pada hari kiamat akan dipakaikan kepada keduaorangtuanya sebuah mahkota yang berkilau, yang sinarnya lebih baik dari sinar mentari, maka keduanya berkata: Mengapa kami diberi mahkota ini? Maka dikatakan: Karena anakmu mengambil (membaca dan mengamalkannya) Al-Qur’an”. [HR Abu Dawud, dan Al-Hakim]

“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya. Siapakan mereka ya Rasulullah? Rasul menjawab, para ahli Al-Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” [HR Ahmad]

Amiiiiiiinnnn, jadi… sampai jumpa Indonesia Mengajar, ISTAC dan Leicester.. may see u someday. InsyaAllah! :D

Merhaba ;D

Merhaba ;D

Ahaaa… sudah sekian ratus tahun nggak update blog ini..

kasian deh blog -_____-.

Well baiklah, semuanya karena emang belum sempet, akhirnya di tempat yang terkucil ini *halah*, saya update deh..

Berawal dri Jogja, keberangkatan yg super kilat karena sebelumnya harus pamit sana-sni (bukan karena banyak yg nge fans, tpi bnyak utang..ahaha).

Jazakumullah buat tmen2 yang sudah nganterin ke bandara (nama kalian selalu terpaut di hati >.<

Sama orang2 yang bersedia merespon wajah memelas saya (mungkin sih).

Alhamdulillah dari Jkt-Istanbul ada2 aja orang yang bantuin.. Sebut saja bu Heni, yang udah 13 tahun tinggal di luar negeri, udah jelajah mana2.. wow.. Dari beliau, saya diajarin untuk membumikan pesawat :) , bliau ngajarin saya untuk duduk dimana saja alias nggak sesuai seat yang di tiket. Pas itu, saya dapet seat tengah, gak deket jendela.

Saya bilang ke beliau, saya sebenrnya pengen banget di pinggir, senderan biar bisa istirahat (alaaah padune pengen liat pemandangan a.k.a little bit ndeso hahaha). Akhirnya cari tempat lain, yang kosong tentunya, terus saya pake.. rasa2nya naik pesawat segede ini kayak naik keteta ekonomi.. bebas duduk mana aja -_____-. Yah terimakasih atas tips2 nya.. akhirnya saya bisa liat puas2 ke luar.

Makasih juga buat Mrs. Monica (temen duduk samping saya) yang dari Brazil.. yang super ramah. Tau nggak gimana cara beliau pertama kali nyapa saya. Cling.. cling..haaa sambil dikedipin mata! Saya hampir nggak bales saking shocknya dikedipin, tapi beruntung beliau itu ramah beneran, jadinya gak aneh.. dan beliau juga superrrrr cuaaantik, kek artis telenovela gitu. Akhirnya cerita ngalor ngidul, sampe nyeritain anak beliau, pekerjaan, Indonesia, bahkan cerita bulan madu beliau -,-.. ngook.. (bagian ini di skip aja.. klo nggak bisa jadi sinopsis telenovela nanti ini postingannya)

Akhirnya sampai dengan selamat di istanbul jam 7 pagi. Disini ternyata jam segitu masih kayak jam 5 nya jogja.. gelap. Plus.. adem banget!! Kayak lagi di pos 3 (pos deket puncak) kalo naik gunung. Pas keluar pesawat dan mau masuk bis, mukanya berasa ditampar pake salju. (Aih.. salju ki kek ngopo meneh, rung pernah iki..).

Alhamdulillah, ada lagi yang bantuin saya. Pas mau naik bis HAVAS buat ke hotel, ada mas mustafa (mas2 dari turki) dan isterinya, mbak rahma, yang ternyata orang Ind.. Mereka bantuin saya nyari bisnya. Malah sampe dikasi uang 20 TL.. Apa wajah saya sememelas itu ya, ahaha..

Sampe.. akhirnya di bis pun dipermudah, karena ketemu sama ibu2 dari Alegeria (North Africa) yang ternyata peserta di acara tempet saya itu juga.

Misi pertama nyari hotel konferensinya. Nggak jauh dari shutle bus. Ketemu. Nah, keistiqomahan untuk ngirit diuji. Saya belum nemu hotel yang tempat tinggal saya. Para ibu2 dari Alegeria sudah bobo manis di kamar masing2.. sedangkan saya? Mendingin smbil geret2.. koper di hiruk pikuk pagi hari jalanan kota Taksim. Setelah berkali-kali memutar, mencoba bertanya dan bertekad tidak akan pernah menaiki taksi (dimana serunya kalau naik taksi langsung, mahal pula) akhirnya jarak yang sebenernya cuma 5 menit jadi 30 menit gara2 keblusuk berkali-kali. Alhamdulillah akhirnya ketemu mbak-mbak entah siapa namanya yang menelpon kan hotel dan mengantarkan saya ke jalan lurus. Pyuhhh.. akhirnya bisa istirahat juga.

Daripada didera rasa berdosa karena malah leyeh-leyeh di hotel akhirnya setelah 1 jam di kamar, segera cap cus buat keluar. Kemana lagi..? Of course, travelling. Berhubung temen2 saya disini sudah jadi ibu2 dan bapak2 yang sedang pada istirahat.. akhirnya saya jalan2 sendiri, survey lokasi. Dan karena sendiri, saya nggak bisa banyak poto2..

Akhirnya, saya bikin visi travelling. Namanya “Berburu senyum di pelosok Istanbul”. Intinya.. saya menjelajahi lorong2 di sekitar kota taksim, dan mengumpulkan senyum orang2 disana. Seru sekali! Cekidot :

jualan apa ini?

coba tebak, jualan apa ini?

ini adeknya cakep banget

ini adeknya cakep banget

dikira mau beli.. padahal

dikira mau beli.. padahal

walau awalnya malu.. tapi akhirnya mau

walau awalnya malu.. tapi akhirnya mau :)

ngganggu aja deh, tapi.. gapapalah pose dulu ;P

ngganggu aja nih, tapi.. gapapalah pose dulu ;P

halo mbaaak ;D

halo mbaaak ;D

gue juara tingkat kota istanbul loh.. *ngarang*

gue juara tingkat kota istanbul loh.. *ngarang*

gunaydin ;D!

yowis nek moh tuku, tak nei fotoku wae.. *waks ;P*

sek..sek.. tak jualin dagangan dulu

sek..sek.. tak jualin dagangan dulu

senyum saya memang gini..

senyum saya memang gini.. :D

 

..

kita dong mbaaak dipotoin.. >.<

pahlawan kita :)

pahlawan kita :)

:)

definitely,- not a turkey citizen:)

Yah.. itu sebagian kecil potonya, yang lain gede2 sizenya.. lama klo di aplot..

semoga hari besok lebih banyak ilmunya. Amin ;D

-Taksim, Istiklal Street 09.30 pm-

Syarat Pembuatan Visa ke Turki

Syarat Pembuatan Visa ke Turki

Apa ya.. semoga saja nge-post ini bermanfaat :)

Sekedar info.. visa ke turki sudah bisa on arrival sekarang. Tapi untuk kunjungan dlm waktu singkat. Untuk lebih pastiya silahkan hub kedutaan di –> 021-5256250

Tapi ini kalo mau bkin via kedubes RI di Ind, syaratnya sbb:

  1. Mengisi formulir aplikasi visa dengan lengkap (formulir di ambil di kantor kedutaan Turki Jl. H.R. Rasuna Said Kav. 1 No. 1 Kuningan, bersebelahan dengan kantor kejaksaan)
  2. Dua lembar pas photo berwarna ukuran 4×6. Warna background tidak di tentukan (FYI. boleh kok pake jilbab, mungkin yang kemarin ngasih tau saya kalau harus keliatan telinganya belum update kabar terakhir.)
  3. Paspor Asli dan fotokopi paspor yang halaman berisikan identitas diri, tanda tangan pejabat imigrasi, catatan pengesahan, alamat.
  4. Surat Sponsor (kalau anda didanai).
  5. Surat Undangan atau bukti keikutsertaan.
  6. Bukti reservasi hotel.
  7. Print out booking tiket (lebih baik anda booking tiket dulu dan baru benar2 membeli tiket jika visa sudah jadi, kecuali anda tidak khawatir kehilangan uang sejumlah harga tiket ke sana..)
  8. Fotokopi Kartu Keluarga.
  9. Lama waktu pembuatan kurang lebih 1 minggu. Bahkan bisa beberapa hari sudah jadi.
  10. IDR 520.000 untuk pembuatan visa.
Pastikan anda bawa KTP atau tanda pengenal diri, soalnya percuma anda bawa seluruh persyaratan di atas tapi.. ga bisa masuk kantor kedutaan, karena untuk masuk harus meninggalkan KTP, even HP (kecuali pak Satpam berbaik hati dan mengijinkan anda masuk, well.. itu namanya lucky :) )
Good luck! :D

WORthy

WORthy

Habis baca sms dari seseorang, dan merasa begitu banyak kebetulan yang sama yang terjadi di antara kami. Mau saya ceritain sedikit lah soal orang ini.^^

Kami tidak satu almamater, tidak satu organisasi, tidak juga satu asrama, apalagi satu orangtua. Tapi entah kenapa, bisa akrab, lalu berteman dekat. Begitu kata orang2 yang melihat, karena kami sering tertangkap pergi kajian bareng, atau kemana bareng. Meski usia kami terpaut 2 tahun (tapi 1 angkatan sih).

Bahkan tidak jarang yang bilang “jangan2 kalian satu halaqoh ya…”.

Haha, dan kami cuma bales sambil nyengir kuda. Satu halaqoh? Mana bisa.. kalau dicari-cari ujung pangkalnya saya tidak satu kabupaten dalam daftar per-halaqoh-an. Saya kota, dia Sleman, meski pondok saya masuk Sleman (katanya sih).

Ketemu pertama kali di Malang, pas ada konferensi internasional Psikologi Islam, dia dan saya sama-sama presentasi. 

Sedikit narsis lewat cerita, entah kenapa tapi saya sering bisa merasa dekat dengan orang saat pertama kali ngobrol sama mereka atau melihat ‘mereka’ untuk pertama kalinya. First impression ya mungkin istilahnya. Dari jaman SMP rasa-rasanya. Pas pertama kali kenalan, biasanya saya mbatin “kayaknya bakal deket sama orang ini”. Haha, sok tau sekali. Mungkin ini hasil sugesti. Apa anda juga pernah begitu?

Tapi kalau di kasus saya bener lho.. rata2 memang jadi deket. Mungkin sudah ngerasa ada yang cocok sejak pertama ketemu ya. Tapi tidak semua kasus pertemanan seperti itu sih, banyak juga yang dari gak kenal, terus jadi akrab banget. Atau mungkin dari persaingan, justru malah jadi temen juga.

Usut punya usut ternyata saya dan teman saya yang diceritakan di atas punya banyak kesamaan. Sama2 berdarah Padang, tapi tidak merasa punya kampung halaman di sana. Punya beberapa idealisme yang sama. Sama2  menjadi ketua kelompok studi fakultas di kampus masing2 (meski dalam kasus saya, pada akhirnya jabatannya dikasi ke laki2 yang jml suaranya ada di bawah saya, karena tidak mau durhaka sama laki2..haha #ngarang), terus saya dan dia sama2 hidup di PPMi (pondok pesantren mahasiswi) dia di DS, saya di RP. Lalu apa lagi ya, ternyata banyak kesamaannya. Dan ada juga perbedaannya beberapa.

Tapi belakangan saya baru benar-benar sadar, habis dikasih hadiah kecil tapi luar biasa besar nilainya. Saya dikasih hadiah mushaf Usmani, yang udah niat mau saya beli karena punya saya Al-Qur’an terjemahan Syamil biasa, bukan mushaf Usmani. Dan ada note kecil di hadiah itu, dan perasaan saya jadi terharu gimana kalau tiap mau baca Qur’an dan buka halaman depannya.

Ukhuwah Islamiyah itu indah
Ukhuwah Islamiyah itu indah

“Bersaudara lewat Al-Qur’an”

Terdengar indah sekali bukan? Semoga saja terus begitu… Amiinn. Karena kalau saya ingat2, saya memang kenal dia pertama kali karena Al-Qur’an.

Uhibukki lillah yurimin (a.k.a yurisa ^^)

PS: Semoga yang bersangkutan tidak baca, atau kalau baca, kalau pas kami sudah jauh2an saja..haha..

*Ngantri di bank B*I.. sudah hampir 1 jam..
masha Allah, ramenya.

Kasat mata

Kasat mata

“Banyak orang tak lelah mendoakan kita, tanpa kita sadari” (Majalah Tarbawi-edisinya 184)

Andai saja seseorang itu menyadarinya, mungkin hatinya akan sedikit lembut. Hanya saja, sepertinya angin kesuksesan dan rasa berdaya yang terlalu berlebihan membuat yang abstrak semakin pedar.

“Apakah bulan itu ada jika tidak kita lihat, atau dia hanya ada jika kita melihatnya?”. Begitu kata Einsten.

Memang bukan analogi yang pas, tapi dalam hal DOA, kasusnya jelas berbeda. Karena untuk mengetahui seseorang berdoa Tuhan tidak perlu menggunakan data empiris.

Mungkin kita tidak benar2 sedang melihat seseorang mendoakan kita, tapi DOA itu ada. Di sana, di tiap kata yang mereka lontarkan pada Yang Maha Maha Maha Kuasa.

Atau mungkin, doa itu tidak sampai menjelma menjadi tangisan, tapi keikhlasan seseorang itu membuat Tuhan mengiyakan semua permintaan.

Atau kadang kala, seseorang tak perlu sambil menengadahkan tangan, bisa saja ia reflek dan membatin, lantas mendoakan.

Tidak kelihatan. Tapi dikirim oleh banyak orang ke langit tanpa  bisa dilihat mata.

Jadi, tak perlulah mencontoh setan. Yang angkuh dan tinggi hati sekali untuk sekejap saja sujud pada Adam. Akibatnya? Surga tak lagi bisa menjadi tempat tinggal. Belum jera tidak punya tempat tinggal, malah menantang Tuhan, kata setan ingin ganggu orang-orang beriman..

Oh ya, seseorang itu beriman. Mungkin karena itu setan menggodanya.

Tapi bukankah ia pernah bilang tidak suka ikut-ikutan setan. Bukankah ia yang mengajarkan pada banyak orang bahwa musuh kita setan?

“Banyak orang tak lelah mendoakan kita, tanpa kita sadari”.

Dan sepertinya seseorang itu tidak benar-benar menyadari. Bahwa mungkin saja kesuksesannya itu karena doa orangtua yang diijabah Tuhan, meski ia sering bersikap tidak sopan pada keduanya

Mungkin saja karena doa seorang teman yang dikabulkan Tuhan saat upacara bendera di sekolah dasar dulu.

Mungkin saja karena suara bersinnnya pernah disahuti dengan doa oleh seseorang.

Mungkin juga karena doa orang-orang beriman, untuk orang-orang beriman lainnya.

Atau bisa jadi karena doa adiknya, kakaknya, neneknya, kakeknya, tetangganya, gurunya, pembantunya, supirnya, musuhnya atau… kucingnya?

Oleh karena itu, kesuksesan hari ini belum tentu hasil usaha seorang. Atau dua orang. Atau tiga orang.

Karena kalau saya pikir.. rasa—rasanya, berbuat baik pada orang tua, teman, sahabat, musuh, kakak, adik, suami, isteri, kakek, nenek, dan pada orang-orang… bukan semata-mata sebuah kewajiban.

Tapi itu adalah sebuah kesadaran.

Karena mungkin saja benar bahwa :“Banyak orang tak lelah mendoakan kita, tanpa kita sadari”.

P.S: Semoga Allah menjernihkan MATA hatinya. Amin

lalu-LALANG

lalu-LALANG

Momennya cuman ada di Indonesia, kata banyak orang. Kata temen yang di Mesir juga begitu, halal bi halal itu ya.. di tanah air aja. Terus kata situs ini juga begitu.

Siapapun perintisnya, saya salut deh, soalnya momen ini beneran bikin kita banyak rejeki..(soalnya nambah silaturahim..memperlapang rejeki kan gantinya :D ).

Di kampung saya (anggap saja kampung itu kampung saya), tradisi ini masih terus berlanjut. Habis solat Ied, langsung pada ngumpul di salah satu masjid yang memang selalu dipakai untuk ngumpul dari tahun ke tahun.

Dari Halal bi Halal..  kita bisa tahu update kabar terbaru dari orang2 yang udah bertahun2 ga pernah kita sapa karena kitanya perantauan dll. Saya sama kakak di atas saya, sukanya bergosip sambil maaf2an (ora sopan tenaaan -____- “). Soalnya kan itu antrrriinyaaaa puaaanjaaang banget kan ya. Terus biasanya ada yang sampe menangis haru gitu, dan akibatnya antrian jadi nyetop sebentar… Lah daripada keki diem2an sama yang abis disalamin (kadang juga ada yg gak kenal gitu), saya malah ngobrol sama mas saya itu. Biasanya yang menyulut dia duluan (haha, ambigggoosss kau kaaak :P ), misalnya : “Te, te (manggil saya), delok kuwi si ***** badannya jadi gede bgt yoo. Wong hamil iso nganti ngono ya, ckck.”  ini ngomentarin tmn kecil saya yang lagi hamil gede.

Atau ngomentarin siapa gitu. Kata mas saya, “Wuih..si ***** saiki kok ngono yo Te..perawatan wajah kali ya. bedo tenin (diucapkan sambil berbisik-bisik dg ekspresi agak kurang pada tempatny). Zzzz. Batin saya: Nge-fisik banget toh!Emang situ ganteng apaaaaaaaaa. Guayaaamu maaasss!!! (err.emg ganteng sih, kata tmn2 cewek saya, hahaha… ).

Hal geli lainnya itu misalnya ada kata2 yang ter-reduksi. Pas halal bi halal kan kebanyakan pada bilang.. “maaf lahir batin.. maaf lahir batin… maaf lahir batin…” tapi lama2 jadi begini “lahir batin, lahir batin, lahir batin, lahir batin…”. (Apadeeeh yg lahir batin -___-)

Tapi lebara kali ini, partner menggosip saya (kakak saya) itu gak mudik, soalnya baru aja beberapa bulan yang lalu keterima kerja di Riau, jadi belum bisa balik kesini, belum kaya, katanya.

Walhasil saya serius sekali sama prosesi halal bi halal tahun ini. Dan malah saya ikut2an agak mrebes mili (baca: mulai nangis).

Pertama, kalau ketemu sama orang2 tertentu dengan kondisi yang berbeda sama tahun lalu. Misalnya sama salah seorang ibu-ibu tetangga saya, yang tahun lalu masih bisa berdiri dengan sehat diantrian halal bi halal, tapi th ini duduk di atas kursi roda karena beliau terserang stroke. Mengharukan sekali pokoknya.

Kedua, kalau pas salim sama simbah-simbah di kampung. Soalnya jabatan tangan beliau2 itu erat banget, digenggem, kenceng banget.. terus dengan mata berkaca-kaca para simbah itu ngeduluin saya bilang, “sugeng riyadi nggih mbak fitri..”. Deg. Wiih, rasanya..

Saya deg2an pas digituin. Pertama, saya terharu sama simbah2 yang masih inget nama saya.. Kedua, saya ngebayangin kalau saya yang ada di posisi simbah2 itu..  Mungkin moment2 ini begitu berharga ya, karena bisa ketemu sama semuanya. Apa mungkin beliau merasa usianya sudah semakin meninggi, atau mungkin merasa sebentar lagi sudah harus pergi? Merasa tidak punya banyak waktu lagi. Yaah.. ga tau juga persisnya seperti apa, cuman bisa menerka-nerka. Yang jelas.. emosinya menyalur pas salaman..

Lebih jauh lagi, halal bi halal itu bisa jadi tempat kontemplasi kita. Tahun lalu mungkin si A masih ada di sana, berdiri, senyum, salaman sama kita. Tahun ini… ternyata sudah nggak ada, sudah diambil sama Yang Punya. Atau sebaliknya, tahun lalu si X masih hamil pas senyam senyum ketemu kita, dan sekarang sudah punya momongan, senyam senyum nya tambah sumringah ;D Atau mungkin yang dulu masih ‘sendirian’, tahun ini udah pake baju seragaman sama seseorang (heu..fenomena manten anyar). Atau malah ketemu sama semakin banyak orang yang gak kita kenal…..

Halal bi halal itu bikin kita sadar, kalau waktu terus lalu lalang… sementara kita? Apa ya prasangka orang2 pada kita? Bagaimana ya penilaian-Nya sama kita? Terus tahun depan masih bisa halal bi halal lagi gak ya.

P.S: Maaf lahir batin ya buat kakak saya yang udah tak gosipin di blog, semoga pahala saya nggak kepotong gara2 nge-post ini. (no offense bro, just remembering this worthy time^——^)

Normally….

Normally….

Taqabbalallahu minna waminkum… :D (Semoga Allah menerima amalanku dan kalian)!!!

Dear readers, maaf lahir batiin yaa :) . Gatel banget pengen ngepost something dari tadi, alhamdulillah sore ini bisa ter-postkan ^^.

Ngomong2… saat Idul Fitri begini saya lebih memilih mengucapkan ini dibanding ucapan yg lain.

Kenapa? Soalnya ini terdengar lebih keren ini kebiasaan para sahabat lho :) Tuntunannya? Baca dibuku banyak kok +__+, tapi habis gugling nemu site yang cukup terpercaya yang bahas ttg ini. Coba klik disini. Lebih baik karena minal aidzin wal faidzin itu sebenarnya salah kaprah diartikan menjadi —> ‘mohon maaf lahir dan batin’. Heu… padahal artinya bukan itu lho…. Aslinya, minal aidin (dari golongan yang kembali), wal faidzin (golongan yang menang). Kagak ada hubungannya sama maaf2an kan ya.. Tapi ya mungkin bukan Indonesia kalau tidak begini, kekreatifan tingkat tinggi. Hoho.

Ngomong2 lagi.. Alhamdulillah… Ramadhan telah usai (loh kok malah bersyukur?). Ya, Alhamdulillah karena tahun ini kita bisa full melewatinya. Barikilahuma lana fi Syahril Syawal wa balighna ila Romadhon.. amin.Smoga tahun depan bisa bertemu dengan bulan ini lagi ya.

Berhubung saya ini puasa ngeblog (dan twitter, YM, except Fb) selama hampir 2 bulan, sebenernya banyak sekali yang ingin ‘dimuntahkan’ di blog tercinta ini. Akhirnya setelah sholat Istikhoroh  (hayah…), saya memutuskan untuk cerita ttg yang satu ini. Tentang:

KEHIDUPAN YANG NORMAL

Sebenernya kehidupan normal itu yang seperti apa ya..?

Ya, kalau jawabnya pake kaca matanya Freud, jawabnya akan seputar tentang bagaimana anda tidak cemas, merasa bahagia, bisa menyalurkan id dan sebagainya.

Kalau pakai kacamata behaviorist, mungkin akan menjadi, bagaimana anda bisa adaptasi dengan lingkungan, diterima lingkungan, de es te..

Kalau humanisme? Kehidupan normal itu ya beda-beda tiap orang, punya ciri khas masing2.. Pokoknya kita harus memanusiakan manusia, kalau kita masih membinatangkan manusia, ya, berarti kita abnormal.

Emm… sebenarnya ketiga ide diatas tidak terlalu buruk, saling komplementer sebenarnya, tapi ya..jadi buruk karena itu sudah –isme. Artinya, sudah menjadi paham, dan it has gone too far by rejecting other probabilities.

Thus.. that’s why umat muslim harus bersyukur karena punya Al-Qur’an dan hadits. Ga perlu bikin ‘panduan2’ yang ‘mbundet’. Alhamdulillah sekali bukan? :)

Dan saya tersentil sama tema kenormalan khidpan ini habis dengerin review ceramah Ustadz.

Well, SEPERTI APA SIH KEHIDUPAN YANG NORMAL ITU???

Yaa.. Kehidupan yang normal itu selayaknya kehidupan kita di bulan Ramadhan!

Masih ‘mbundet’?

Baik mari kita bahasakan ini menjadi lebih merakyat.

Normalnya itu.. masjid yang tempat ibadah itu ya ramai, seperti saat Ramadhan. Shaf2nya penuuuuh..

Normalnya itu.. manusia itu ya saling menghargai, memaafkan, menahan hawa nafsu seperti saat di bulan Ramadhan….

Normalnya itu.. kita dermawan, banyak sedekah.. seperti banyak nya jumlah sedekah yang diperoleh masjid2 saat Ramadhan…

Normalnya itu… kita rajin mengejar ilmu agama di dunia ini, sama kalanya saat telinga kita sering denger kajian2 di bulan Ramadhan…

Normalnya itu ya tempat2 maksiat menyadari kesalahannya dengan tutup atau bahkan buka pas gelap gulita, sama kala kita masih di bulan Ramadhan..

Normalnya itu, kita rajin qiyamul lail… sama seperti saat kita tarawih pas bulan Ramadhan..

Normalnya itu.. ya kita rajin berbagi pada sesama, sama kayak rajinnya kita di bulan Ramadhan untuk ngadain acara yang kayak takjilan, buber dengan anak yatim, baksos, dan pelaksanaan zakat fitrah, de es te..

Normalnya itu.. ya kita banyak2 baca Qur’an. Dan ’mementingkan Al-Qur’an’ sebagaimana target2an kita tentang Al-Qur’an kita di bulan Ramadhan

Normalnya ya… ya khidupan yang normal itu tercermin dalam bulan Ramadhan. Normalnya begitu ya kita sebagai muslim?

Jadi kalau anda mulai merasa menurun semangat keimanannya, dan bingung untuk mencari parameter hidup yang normal …maka ingat2lah bulan Ramadhan. Karena dengan bulan Ramadhan Allah telah mencontohkan kehidupan normal yang sesungguhnya.

Setuju? CMIIW deh ;D

PS: Normalnya itu seperti pas Ramadhan puasa twitter dan ngeblog, jadi normalnya kehidupan itu tanpa twitter dan blog, atau YM -___- hahah.. (kena batunya sendiri). Eits, tunggu dulu.. Tapi bagian ini perkecualian loh ya..=.= .Esensinya adalah hal2 berbau inet itu tidak melalaikan kita untuk berbuat kewajiban lainnya. Jadi normalnya kehidupan itu.. blog, twitter, Yman, apapun itu.. nggak sampai bikin kecanduan yang bikin kita melalaikan kewajiban sama Allah, begitu logika langitnya.

Jadi, meski Ramadhan sudah berakhir, gak perlu sedih donk ;D Mari kita bikin hari-hari kita serasa selalu di bulan Ramadhan.

Membuat momentum kawan, bukan menunggu..:D

*Hwaiting!*

P.S lagi: Hayoo..siapa yg semalem masih terus solat malem??:D